Kota Lamerd di Iran berduka. Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel telah menewaskan 18 warga, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak. Sekitar seratus orang lainnya mengalami luka-luka. Suasana mencekam langsung menyelimuti kota itu sejak Sabtu (28/2) siang.
Menurut keterangan Gubernur Lamerd, Ali Alizadeh, serangan itu bukan hanya menghantam satu titik. Kompleks olahraga, sebuah aula di dekat sekolah, serta dua kawasan perumahan menjadi sasaran. “Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat,” ujarnya, seperti dilaporkan IRNA pada Minggu (1/3/2026).
Di sisi lain, pejabat kesehatan setempat, Fatemeh Amini, memberikan konfirmasi pilu. Delapan belas nyawa telah melayang pada Sabtu malam. Ratusan korban luka membanjiri fasilitas kesehatan.
“Staf kesehatan di seluruh kota dalam keadaan siaga penuh,” tambah Amini. Situasinya benar-benar genting.
Artikel Terkait
Iran Klaim Serang 27 Pangkalan AS dan Sasaran Israel di Tengah Eskalasi
Presiden Iran Sumpah Balas Dendam Usai Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel
Ramadan Ubah Jam Kerja di Belasan Negara, Termasuk yang Non-Muslim Mayoritas
Iran Serang Dubai, Bandara Tersibuk Dunia Alami Kerusakan