Dia mengakui, eskalasi militer seperti ini punya konsekuensi yang luas. Tapi justru karena itulah Indonesia perlu tetap tenang, berpegang pada diplomasi, dan menjaga stabilitas dalam negeri. Kerja sama internasional juga harus diperkuat agar kita tidak terseret dalam arus konflik berkepanjangan.
Dampaknya bisa merembet ke mana-mana. Dave khawatir situasi panas di Timur Tengah ini akan bikin jalur perdagangan global, khususnya untuk sektor energi, jadi tak menentu. Pemerintah diminta segera mengambil langkah antisipatif agar gejolak di sana tidak sampai menggoyang perekonomian dalam negeri.
Ada satu hal lagi yang dia waspadai. Dari sisi keamanan, konflik semacam ini berpotensi memicu resonansi politik dan ideologis di berbagai belahan dunia.
"Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar, perlu menjaga ketenangan masyarakat," pungkas Dave.
Perbedaan pandangan yang muncul harus dikelola dengan bijak. Jangan sampai malah berkembang jadi polarisasi yang ujung-ujungnya merugikan persatuan bangsa.
Sebagai informasi, serangan AS dan Israel terjadi pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Iran tak tinggal diam dan telah membalas serangan tersebut, yang memicu sirene peringatan di sejumlah wilayah Israel. Ketegangan masih berlangsung.
Artikel Terkait
Media Iran Konfirmasi Keluarga Khamenei Tewas dalam Serangan, Nasib Pemimpin Tertinggi Masih Misterius
Debt Collector Penusuk Advokat di Tangerang Ditangkap di Semarang, Dua Rekan Masih Buron
MUI Kecam Serangan AS-Israel ke Iran, Sebut Trump Perusak Perdamaian
Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 108 Siswi di Iran, Balasan Rudal Hantam Tel Aviv dan Bandara UEA