Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Teheran
Ketegangan di Timur Tengah meledak lagi. Antonio Guterres, Sekjen PBB, tak bisa diam melihatnya. Ia secara terbuka mengecam eskalasi militer terbaru yang terjadi dan mendesak agar semua permusuhan dihentikan. Sekarang juga.
Seruannya ini muncul setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi gabungan, menyerang sejumlah target di Iran. Tak terima, Teheran pun membalas. Sasaran mereka adalah pangkalan militer AS di kawasan dan wilayah Israel sendiri. Aksi saling serang ini membuat situasi makin panas.
Menurut Guterres, tindakan militer AS dan Israel, diikuti balasan Iran, adalah pukulan bagi perdamaian dunia. "Saya mengecam eskalasi militer hari ini di Timur Tengah," tegasnya.
"Penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta aksi balasan Iran di kawasan, merusak perdamaian dan keamanan internasional."
Pernyataan resminya itu disiarkan melalui akun X pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Di sisi lain, Guterres juga menegaskan kewajiban semua negara. Mereka harus patuh pada hukum internasional, termasuk Piagam PBB, yang jelas-jelas melarang penggunaan kekuatan terhadap kedaulatan negara lain. Ancaman saja tidak boleh.
Ia punya peringatan serius. "Saya menyerukan penghentian segera permusuhan dan de-eskalasi. Kegagalan untuk melakukannya berisiko memicu konflik regional yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan," kata Guterres.
Jalan satu-satunya, menurutnya, adalah kembali ke meja perundingan. Penyelesaian damai sesuai hukum internasional adalah opsi yang tak tergantikan. Titik.
Merespon perkembangan yang mencemaskan ini, Dewan Keamanan PBB akan segera bertindak. Sidang darurat dijadwalkan digelar di Markas Besar PBB, New York, Sabtu malam waktu Inggris. Permintaan sidang ini datang dari beberapa negara, termasuk Bahrain, Kolombia, China, Rusia, dan Prancis.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah mengonfirmasi bahwa operasi tempur besar-besaran terhadap Iran memang sedang berjalan. Konfirmasi ini, tentu saja, memicu amarah Teheran.
Iran mengecam keras, menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan yang tak bisa ditolerir. Mereka berjanji akan membalas dengan tegas. Suasana di kawasan sekarang masih sangat mencekam. Kekhawatiran akan perang yang lebih luas terus membayangi, dan semua pihak seolah menahan napas menunggu langkah selanjutnya.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Komisaris Meryana Hartono Mundur dari Indonesian Paradise Property
Polisi Sita Lebih dari 23 Ton Bawang dan Cabai Impor Ilegal di Pontianak
KPK Soroti Delapan Kelemahan Krusial dalam Program Makan Bergizi Gratis
Operasi Besar-besaran DKI Tangkap Lebih dari 1 Ton Ikan Sapu-Sapu