Presiden Prabowo Harapkan Harmoni Imlek dan Ramadan Bawa Kedamaian

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 22:45 WIB
Presiden Prabowo Harapkan Harmoni Imlek dan Ramadan Bawa Kedamaian

Lapangan Banteng, Sabtu (28/2/2026) sore, tampak berbeda. Nuansa merah dan lampion menghias panggung, menyambut perayaan Imlek 2577. Di tengah keriuhan itu, pesan Presiden Prabowo Subianto disiarkan, mengisi udara dengan harapan untuk Tahun Kuda Api.

"Saya berharap tahun kuda api membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian, dan harapan baru bagi kita semua," ujar Prabowo.

Suaranya tegas, penuh keyakinan. Pesan itu tak hanya ditujukan bagi umat Konghucu, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Menurutnya, ada yang istimewa dari perayaan kali ini. Imlek 2026 berjalan beriringan dengan bulan Ramadan. Dua momen sakral yang bertemu, menciptakan harmoni tersendiri di tengah kehidupan berbangsa.

Bagi Presiden, Imlek tahun ini jauh lebih dari sekadar perayaan keagamaan semata. Ia melihatnya sebagai sebuah momentum. Saat yang tepat untuk kembali memupuk rasa kebangsaan, mempererat tali persaudaraan, dan tentu saja, menjaga persatuan yang sudah terjalin.

"Perayaan Imlek 2026, dengan tema harmoni Imlek nusantara, mencerminkan jati diri bangsa kita," tegasnya.

Prabowo kemudian melanjutkan dengan kalimat yang sarat makna. "Bangsa yang besar, karena keberagaman. Kuat karena persatuan. Dan tegak karena kebersamaan."

Pesan itu seperti pengingat di tengah hiruk-pikuk dinamika politik dan sosial. Ia ingin semangat gotong royong dan nilai-nilai kemanusiaan justru diteguhkan melalui perayaan ini. Intinya sederhana: Indonesia adalah bangsa besar.

"Dan bangsa besar tidak takut pada perbedaan," tukas Prabowo.

Justru, katanya, perbedaan itulah yang harus dirawat. Dijadikan kekuatan, bukan alasan untuk terpecah. Di penghujung pesannya, nuansa Lapangan Banteng yang meriah seakan menjadi bukti nyata dari kata-katanya. Keragaman yang berpadu dalam satu sukacita.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar