Dia tak menyembunyikan kekecewaannya. Perbuatan Raihan disebutnya telah mencoreng nama baik kampus. Lagi pula, cara pelakuannya dianggap kejam dan sudah terang benderang. Tak ada yang perlu diklarifikasi panjang lebar.
“Kita tidak mendahului tim etik independen,” katanya. Namun begitu, Magfirah yakin keputusan final tak akan lama. “Paling lama 1 bulan sudah keputusan karena tidak ada yang perlu diklarifikasi. Itu kan sudah jelas semua.”
Jadi, meski prosedur tetap dijalankan, akhir ceritanya sudah bisa ditebak. Raihan Mufazzar dipastikan tak lagi menjadi bagian dari kampus tersebut.
Artikel Terkait
Industri Semen Terancam Mati Gara-gara Pasokan Batu Bara Tersendat
Angin Kencang dan Hujan Deras Rusak Rumah, Kendaraan, dan Sekolah di Bogor
Ketua DPD RI Janji Kawal Aspirasi Pembangunan Lebong hingga ke Kementerian
Gubernur Khofifah Buka Musrenbang Jatim 2027, Soroti Kesenjangan dan Pentingnya Kolaborasi