KPK akhirnya menetapkan Budiman Bayu Prasojo sebagai tersangka. Ini adalah perkembangan baru dalam kasus suap dan gratifikasi yang menjerat lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Penetapan ini muncul setelah proses yang cukup panjang, meski pria yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Cukai itu sempat terjaring operasi tangkap tangan awal bulan ini.
Lantas, kenapa baru sekarang? Asep Guntur Rahayu, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, mencoba menjawabnya. Menurutnya, saat operasi digelar pada 4 Februari lalu, bukti terhadap Budiman belum cukup kuat untuk segera menjeratnya.
ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (27/2).
Alhasil, hanya enam orang yang waktu itu resmi berstatus tersangka. Budiman sendiri sempat dipulangkan. Tapi Asep menegaskan, itu bukan berarti ia bebas begitu saja.
katanya lagi.
Artikel Terkait
DPR Desak Pemerintah Antisipasi Dampak Perang Terbuka Pakistan-Afghanistan
Bali United Hadapi Persijap di Tengah Tekanan dan Sanksi Stadion Sepi
Wanita Berpenampilan Khas Diamankan di Gambir, Akan Jalani Tes Kejiwaan
Menkominfo Tegaskan Perjanjian Data dengan AS Tidak Serahkan Data Warga