Polisi Fasilitasi Perdamaian antara Pengemudi Angkot dan Remaja Pelontar Petasan di Tangerang

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 01:00 WIB
Polisi Fasilitasi Perdamaian antara Pengemudi Angkot dan Remaja Pelontar Petasan di Tangerang

Permohonan maaf itu diterima.

"Kedua pengemudi sepakat berdamai," ujar Parikhesit. Tujuannya, menjaga kondusifitas Kota Tangerang. Kesepakatan damai itu lalu dituangkan dalam surat pernyataan bersama, mengakhiri perkara.

Di sisi lain, Kapolres Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari menegaskan bahwa pendekatan ini bukan berarti mengabaikan hukum. Ini adalah problem solving. Pertimbangan usia pelaku yang masih remaja, aspek kemanusiaan, dan dampak sosial jadi bahan pertimbangan utama.

Namun begitu, ada pesan keras yang ingin disampaikan Jauhari. Terutama untuk anak muda.

"Kami imbau para remaja, jangan lakukan tindakan membahayakan diri dan orang lain," tegasnya. Media sosial, lanjut dia, bukan tempat cari sensasi dengan cara melanggar hukum. Aksi iseng di tengah malam itu nyaris merugikan banyak pihak. Sekarang, semua berharap ini jadi pelajaran berharga.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar