Di sisi lain, upaya ini tidak berjalan sendirian. Karantina Jambi mengaku aktif bersinergi dengan pemerintah daerah. Sinergi itu diperkuat dengan sosialisasi dan monitoring rutin ke pelaku usaha. Harapannya, kesadaran akan pentingnya patuh pada regulasi dan menjaga kualitas produk unggas bisa meningkat.
Data pun berbicara. Sepanjang 2025, Karantina Jambi telah melakukan sertifikasi domestik keluar sebanyak 111 kali untuk 2.347,9 kilogram daging ayam. Sementara pada periode Januari-Februari 2026 saja, sudah tercatat 21 kali sertifikasi dengan volume mencapai 1.857 kilogram. Tujuan utama pengiriman adalah Kota Batam, Kepulauan Riau.
Hasilnya? Cukup menggembirakan. "Hasil uji mikrobiologi terhadap sampel monitoring menunjukkan total mikroba masih sesuai standar SNI," kata Sudiwan. Artinya, kualitas dan keamanan pangan daging ayam yang melintas melalui Jambi masih terjaga dengan baik.
Ke depan, komitmen pengawasan yang konsisten dan kolaborasi lintas sektor akan terus dipertahankan. "Kami berharap keamanan pangan asal hewan di Jambi tetap terjaga," pungkas Sudiwan. Perlindungan optimal bagi masyarakat, itulah target akhirnya.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Sumbawa Dini Hari, Belum Ada Laporan Kerusakan
KPK Beberkan Dugaan Korupsi Berjenjang di Lingkungan Bea Cukai
KPK Tetapkan Kepala Seksi Intelijen Cukai sebagai Tersangka Ketujuh dalam Kasus Suap Bea Cukai
Warga AS Jadi Korban Pengeroyokan Sopir Taksi Online di Batam