“Pendapat saya, terjadinya perang yang seolah diniscayakan itu, bisa iya, bisa tidak,” ujarnya.
Apalagi, kata dia, jika para jenderal di kedua belah pihak turut mengawal proses pengambilan keputusan. Trump dan Khamenei diyakini tidak akan gegabah memerintahkan perang. Risikonya terlalu tinggi, taruhannya mahal sekali kalau salah langkah.
SBY lalu membagikan catatan bagi pemimpin yang mempertimbangkan jalan perang. Pertama, mereka harus memastikan apakah perang itu benar-benar keharusan (‘war of necessity’) atau sekadar pilihan (‘war of choice’).
Kedua, negara harus yakin bisa menang. Baik Trump maupun Khamenei perlu meyakinkan diri sendiri dengan logika dan akal sehat bahwa kemenangan itu mungkin.
“Karena perang terkait dengan nasib dan masa depan rakyat,” tegas SBY. Suara rakyat dan pertimbangan para jenderal harus didengar, jangan terkubur ego pemimpin yang kelewat tinggi.
Bagi Amerika yang kerap berseloroh akan menghancurkan Iran, SBY mengingatkan untuk berpikir panjang. Jangan-jangan, menang perang saja sulit, apalagi mengakhirinya dengan baik.
“Ingat kembali pengalaman pahit ketika melakukan peperangan di Vietnam, Irak dan Afghanistan,” katanya. Lalu dengan penekanan ia menambahkan, “Ingat, Iran adalah Iran. Iran bukan Irak dan bukan Afghanistan.”
Di akhir, SBY menyampaikan pesan yang dalam, bukan cuma untuk Trump dan Khamenei, tapi untuk semua pemimpin dunia yang tangannya ada di dekat ‘tombol’ perang.
“Para perwira dan para prajurit itu juga punya jiwa, punya keyakinan, punya akal sehat, dan tentunya punya harapan,” ujarnya.
Soal pengorbanan untuk nusa dan bangsa, tentara selalu siap. Itu tak perlu diragukan. Tapi, sukses sebuah peperangan juga ditentukan oleh apa yang ada dalam hati dan pikiran para prajurit.
SBY menutup dengan sebuah kalimat yang ia anggap penting untuk diingat setiap pemimpin: “Soldiers will not fight and die, unless they know what they fight and die for.” Prajurit tidak akan bertempur dan mati, kecuali mereka tahu untuk apa mereka berjuang.
Artikel Terkait
Ramadan Momentum Healing Hati dengan Mendekatkan Diri pada Al-Quran
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Kabupaten Keerom, Papua
Polisi Fasilitasi Perdamaian antara Pengemudi Angkot dan Remaja Pelontar Petasan di Tangerang
Wali Kota Makassar Tinjau Langsung Pengungsian Banjir di Biringkanaya