Namun begitu, bagi Syarief, Ramadan bukan cuma soal itu. Bulan suci ini harus dimaknai lebih dalam sebagai bulan pendidikan, jauh melampaui sekadar menahan lapar dan haus.
Nilai-nilai itulah yang kemudian harus diimplementasikan oleh semua kader NasDem, baik yang duduk di legislatif maupun eksekutif, dalam menjalankan tugasnya. Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Syarief juga menyentuh soal masa depan partainya.
Dia menyinggung target politik Partai NasDem untuk Pemilu 2029. Dengan nada optimistis, dia menegaskan partainya bertekad meningkatkan capaian elektoral.
Dia mengakui memang ada berbagai tantangan yang harus dihadapi, termasuk isu-isu efisiensi anggaran. Tapi partainya tak boleh larut dalam hal itu. Kader harus tetap bergerak, berinovasi, dan aktif turun ke masyarakat.
Acara yang berpadu antara nuansa spiritual, sosial, dan tentu saja, politik itu pun berakhir dengan buka puasa bersama. Suasana cair tercipta, setidaknya untuk sore itu di Pontianak.
Artikel Terkait
China Imbau Warganya Segera Tinggalkan Iran Imbas Eskalasi Ancaman AS
iBox Gelar Promo Ramadan, Diskon iPhone 16 Pro Max Capai Rp1 Juta
Pomdam Cenderawasih Usut Dugaan Perselingkuhan Istri Prajurit Melibatkan Belasan Anggota TNI
Kemenkum dan Kemendikbud Sinergi Perkenalkan Literasi Kekayaan Intelektual Sejak Dini