Jakarta bakal ramai sekali nanti. Menjelang Ramadan 2026, sebanyak 101 mal dan pusat perbelanjaan di ibu kota sudah dipastikan ikut serta dalam program Jakarta Festive Wonder. Ini bagian dari gelaran besar Jakarta Ramadan Festival. Gubernur DKI, Pramono Anung, tampaknya sangat optimis. Ia bahkan memprediksi nilai transaksi belanja dari Ramadan sampai Lebaran bisa tembus angka fantastis: Rp 15 triliun.
Dia menyampaikan hal itu di Bundaran HI, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu.
"Untuk program Jakarta Festive Wonder nanti, yang ikut memberi diskon sudah 101 pusat perbelanjaan," ujar Pramono.
"Jumlahnya jelas lebih banyak ketimbang saat Natal dan Tahun Baru kemarin. Durasi waktunya juga lebih panjang," tambahnya.
Targetnya ambisius. Pramono ingin memecahkan rekor belanja sebelumnya yang pernah menyentuh Rp 15,2 triliun.
"Harapan saya, karena waktunya lebih panjang, Jakarta Ramadan Festival ini bisa mencapainya," lanjutnya penuh keyakinan.
Nah, buat mewujudkan itu, Pemprov DKI punya strategi. Mereka akan memberikan insentif pajak kepada sektor perbelanjaan dan perhotelan. Dengan keringanan ini, diharapkan mereka bisa memberikan potongan harga yang lebih dalam kepada masyarakat.
"Kami beri kemudahan pajak buat mal-mal dan hotel, supaya mereka berani kasih diskon signifikan," jelas Pramono.
"Bahkan, saya yakin di puncak acara nanti, diskonnya bisa sampai 70 persen," imbuhnya.
Jakarta Festive Wonder sendiri akan berlangsung hingga 31 Maret 2026. Yang menarik, tema yang diusung adalah 'Mudik ke Jakarta'. Ini seperti ajakan terbuka. Alih-alih khawatir dengan arus mudik, pemerintah malah mengundang orang dari berbagai daerah untuk merasakan Ramadan dan berbelanja di kota ini.
"Justru kami mengajak orang datang ke Jakarta. Nikmati suasana, belanja, dan rayakan Idulfitri di sini," tegas Gubernur.
Harapannya jelas: perputaran ekonomi bisa terdongkrak signifikan.
Tak cuma diskon belanja, ada juga hiburan lain seperti Jakarta Light Festival. Buat urusan transportasi, akan ada layanan gratis saat hari raya guna memudahkan mobilitas warga. Semua dirancang agar Jakarta jadi destinasi utama untuk wisata dan belanja selama bulan suci.
Artikel Terkait
Korban Kekerasan Pesantren di Bangka Alami Cedera Limpa, Kondisi Mulai Membaik
Kejati Riau Geledah Kantor KSOP dan Pelindo Dumai Terkait Dugaan Tindak Pidana Kepelabuhanan
Trump Klaim Presiden Xi Jinping Setop Pengiriman Senjata ke Iran
TNI AU Gelar Bazar Murah di Makassar untuk Rayakan HUT ke-80