Menurut Agung, capaian ini buah dari konsistensi. Konsistensi WIKA dalam menjalankan transformasi bisnis yang memang berlandaskan prinsip-prinsip keberlanjutan. Hal ini sejalan dengan strategi besar mereka: dekarbonisasi.
WIKA sendiri punya target ambisius, yakni mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2055. Target ini bukan sekadar wacana, melainkan kontribusi nyata untuk agenda pembangunan berkelanjutan. Di sisi lain, ini juga cara mereka memperkuat daya saing di kancah industri konstruksi global yang semakin ketat.
"Pencapaian ESG Score ini menjadi bukti komitmen WIKA dalam memastikan setiap pembangunan tidak hanya menghadirkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan lingkungan secara berkelanjutan," tegas Agung.
Dia menutup pernyataannya dengan penekanan bahwa ESG akan tetap menjadi fondasi utama. Fondasi untuk transformasi perusahaan menuju pertumbuhan yang lebih tangguh dan berdaya saing global, sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan nasional.
Artikel Terkait
Kaspersky Ungkap Skema Phishing Baru yang Menyamar sebagai Notifikasi Google Tasks
Agung Sedayu Group Gelar Buka Puasa dan Santunan untuk 500 Anak Yatim di PIK
Jasa Raharja Klaim Tak Ada Tunggakan Klaim Kecelakaan Arus Mudik Lebaran 2026
Depok Rencanakan Pembangunan Pabrik Pengolahan Sampah 1.000 Ton per Hari di TPA Cipayung