Yogyakarta – Suasana di Makodim 0734/Yogyakarta pagi itu tampak berbeda. Sejumlah perwakilan dari Gerakan Rakyat Bersatu untuk Keadilan dan Kemanusiaan (Gebukk) hadir untuk bertemu langsung dengan Komandan Kodim, Kolonel Infanteri Arif Setiyono. Agenda utamanya jelas: memperkuat stabilitas keamanan kota.
Gebukk sendiri adalah gabungan dari beberapa organisasi masyarakat, seperti FMM, Sniper, Merkade, Atmos, dan G-R-S. Mereka datang dengan satu misi. Bukan untuk protes, melainkan untuk menyampaikan dukungan dan, tentu saja, masukan. Menurut mereka, menjaga Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya dan destinasi wisata itu adalah tugas bersama.
Ketua Gebukk, Waljito, menegaskan hal itu.
"Kami datang untuk menyampaikan dukungan sekaligus beberapa masukan terkait menjaga keamanan di Kota Yogyakarta. Kami sepakat, tanggung jawab untuk menjaga keamanan Yogyakarta ini tanggung jawab kita semuanya," ujarnya.
Ia melanjutkan, keamanan bukan cuma urusan aparat. Semua elemen masyarakat punya kewajiban yang sama. Dan kalau situasi sudah kondusif, dampaknya akan terasa. Pertumbuhan ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM di sektor pariwisata, bisa lebih bergeliat. Karena itulah, Gebukk siap bersinergi dengan TNI dan pihak terkait lainnya.
Di sisi lain, respons dari Komandan Kodim sangat positif.
Artikel Terkait
Sekretaris Kabinet Bantah Isu Pengabaian Guru, Sebut Insentif dan Tunjangan Naik
Ogoh-Ogoh Diarak 18 Maret 2026, GWK Gelar Festival Besar 22 Maret
Banjir dan Longsor Landa Brasil, WNI Dilaporkan Masih Aman
Fadli Zon dan Dubes Uruguay Bahas MoU Kerja Sama Kebudayaan