Progres pembangunan hunian untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus bergulir. Hingga Kamis lalu, angka yang tercatat cukup menggembirakan: sekitar 1.050 unit hunian sementara alias huntara sudah benar-benar siap ditinggali. Tentu, masih banyak unit lain yang prosesnya berjalan, tapi capaian ini memberi secercah harapan.
Menurut Abdul Muhari dari BNPB, semua ini dikebut seiring peralihan status penanganan di sejumlah daerah. Fokusnya kini bergeser ke fase transisi darurat. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto sempat turun langsung meninjau lokasi pembangunan huntara di Aceh Tamiang yang dikerjakan oleh Danantara.
“Yang saat ini sudah dalam tahap dibangun dan terbangun, jadi dalam yang dibangun ini sudah ada yang terbangun, ada beberapa unit yang sudah selesai dan siap huni itu sekitar 1.050 unit yang sudah kelihatan fisiknya,”
Jelas Abdul dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Timur. Di balik angka itu, di banyak titik lain, aktivitas pembangunan masih sangat terlihat. Mulai dari pengecoran lantai sampai pemasangan tiang-tiang utama, semuanya berjalan serentak.
Target BNPB cukup jelas. Mereka ingin kebutuhan huntara di semua kawasan terdampak bisa dioptimalkan. Harapannya, saat Ramadan tiba nanti, warga yang membutuhkan sudah bisa pindah dan menempati rumah sementara ini.
“Ini terus kita percepat. Pembersihan kawasan seperti kita ketahui nanti di fase transisi darurat ini, pembangunan hunian sementara dan pembersihan kawasan. Supaya kita harapkan nanti di awal Ramadan, hunian sementara terbangun dan masyarakat pindah ke huntara,”
tegasnya. Nada suaranya terdengar optimis namun penuh tekanan waktu.
Di Sumatera Utara, ceritanya agak berbeda. Selain huntara, pembangunan hunian tetap atau huntap juga langsung digarap di beberapa desa. Alasannya sederhana: di wilayah-wilayah dengan kerusakan rumah yang tak terlalu parah, masyarakat lebih memilih huntap. Waktu pengerjaannya pun disebutkan relatif sama.
“Alih-alih untuk huntara, masyarakat meminta langsung huntap dan itu juga kita lakukan di Sumatera Utara,”
Artikel Terkait
Bayi 6 Bulan Tewas Dihajar Ayah Kandung di Warung Sembako
Prabowo Tinjau Huntara Aceh Tamiang, dari Jabat Tangan hingga Cek Kualitas Rumah
Pencarian Tiga Warga Spanyol di Labuan Bajo Diperpanjang Hingga 4 Januari
Gudeg Rp 85 Ribu di Malioboro Bikin Netizen Heboh, Begini Tanggapan Pejabat