Sabtu kemarin, berita seputar bisnis dan gaya hidup anak muda mendominasi perhatian pembaca. Salah satu yang mencuri perhatian adalah fenomena tarot reader yang makin populer, terutama di kalangan Gen Z dan milenial. Menarik, bukan?
Di sisi lain, laporan terkini dari PHRI soal hunian hotel selama libur Natal juga banyak dibicarakan. Ternyata, angka okupansinya belum maksimal dan kondisinya cukup beragam di tiap daerah.
Tarot Reader dan "Cuan" dari Generasi Muda
Profesi sebagai pembaca tarot memang sedang naik daun. Di momen libur Nataru seperti sekarang, praktik ini tetap ramai peminat. Mayoritas kliennya adalah anak muda mereka datang dengan segudang pertanyaan tentang hidup, terutama cinta dan pekerjaan.
“Yang paling banyak tetap Gen Z ya, Gen Z dan milenial lah, tapi masih lebih banyak Gen Z gitu,”
kata Tina, seorang tarot reader dari Jakarta yang sudah berkecimpung sejak 2021.
Menurutnya, pertanyaan yang diajukan sangat menggambarkan fase hidup si penanya. Gen Z, yang sering berada di persimpangan antara bangku kuliah dan dunia kerja, biasanya datang dengan kegelisahan akan hubungan asmara dan prospek karier. Soal percintaan memang paling sering mencuat, entah dari yang masih jomblo maupun yang sudah punya pasangan.
Meski bisa mendatangkan pemasukan yang lumayan, Tina mengaku tarot bukanlah sumber penghasilan utamanya. Ia juga bekerja di sebuah startup.
“Nah cuma kalau untuk tarotnya sendiri itu mungkin kalau in range gitu ya, kayaknya selalu 2 digit sih gitu, tapi 2 digit itu nggak lebih dari 20 [juta per bulan] ya gitu,”
tuturnya sambil tertawa ringan.
Hunian Hotel Saat Natal: Naik Turun Tak Merata
Lain cerita dengan sektor perhotelan. Maulana Yusran, Sekjen PHRI, menyebut tingkat okupansi hotel selama libur Natal tahun ini belum maksimal dan pencapaiannya sangat bervariasi.
“Di beberapa daerah seperti Yogyakarta dan Sleman, itu meningkat tapi daerah lainnya belum tentu. Kira-kira Jawa Tengah juga naik begitu, ada yang sampai angka 71 persen,”
jelas Yusran.
Ia mencontohkan, Sulawesi Selatan justru mengalami penurunan, sementara Sumatera Selatan malah catat kenaikan. Secara umum, pergerakan hunian hotel di Pulau Jawa terlihat lebih baik ketimbang wilayah-wilayah di luar Jawa. Jadi, gambaran keseluruhannya belum seragam beberapa daerah ramai, beberapa lainnya masih sepi.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Beri Diskon PBB 7,5 Persen dan Hapus Sanksi Tunggakan, Berlaku Juni 2026
Bursa Asia Menguat, Nikkei dan KOSPI Cetak Rekor Baru Didorong Sektor Teknologi
Pertamina Patra Niaga Resmi Turunkan Harga Avtur 10 Persen di Seluruh Bandara Mulai Hari Ini
Harga Ayam Broiler Diprediksi Stagnan Sepanjang Juni 2026 Imbas Tradisi Masyarakat