WIKA Garap Proyek Sekolah Rakyat Senilai Rp1,94 Triliun di Jateng dan Aceh

- Rabu, 03 Desember 2025 | 15:45 WIB
WIKA Garap Proyek Sekolah Rakyat Senilai Rp1,94 Triliun di Jateng dan Aceh

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, atau yang biasa kita kenal sebagai WIKA, baru saja mendapatkan proyek besar. Nilainya fantastis, mencapai Rp1,94 triliun, untuk membangun Sekolah Rakyat di delapan kabupaten. Proyek ini tersebar di dua wilayah: Jawa Tengah dan Aceh.

Kalau dirinci, lima kabupaten di Jawa Tengah mendapat alokasi dana sekitar Rp1,16 triliun. Sementara itu, tiga kabupaten di Aceh mendapatkan porsi senilai Rp782,29 miliar. Angka yang tidak main-main, tentunya.

Menurut Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, lokasi pembangunannya sudah ditentukan. Di Jawa Tengah, proyek akan menyentuh Kabupaten Banyumas, Cilacap, Brebes, Temanggung, dan Wonosobo. Sedangkan di Serambi Mekah, Aceh Besar, Bireuen, dan Lhokseumawe yang akan merasakan manfaatnya.

Pengerjaannya pun bakal komprehensif. WIKA tidak cuma membangun gedung kosong. Mereka menangani semuanya dari awal sampai akhir mulai dari persiapan lahan, struktur bangunan, desain arsitektur, hingga instalasi listrik dan plumbing (MEP). Bahkan furnitur pun disediakan.

Jadi, bayangkan sebuah kompleks pendidikan lengkap. Di dalamnya nanti ada ruang kelas yang nyaman, laboratorium, perpustakaan, dan ruang untuk beragam kegiatan. Tak ketinggalan area olahraga dan asrama yang dilengkapi dengan kantin, toilet, tempat ibadah, semua ada.

Namun begitu, yang menarik perhatian bukan cuma fasilitas fisiknya. Sekolah ini juga dirancang dengan layanan pendukung yang holistik. Ada program pemeriksaan kesehatan gratis untuk siswa, pendampingan khusus bagi guru, hingga kegiatan pengembangan bakat dan pembentukan karakter. Intinya, ingin menciptakan lingkungan yang mendukung kemandirian anak didik.

“WIKA memastikan pembangunan yang cepat, tepat, dan sesuai standar agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para siswa, guru, dan masyarakat sekitar,” tegas Agung dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).

Di sisi lain, dampak proyek ini diperkirakan akan jauh lebih luas. Kehadiran Sekolah Rakyat di kedua provinsi itu bukan sekadar soal gedung baru. Manfaat sosial ekonominya bisa menyebar.

Selain tentu saja membuka akses pendidikan berkualitas, proyek ini akan menyerap tenaga kerja. Baik itu sebagai pengajar, staf administrasi, maupun tenaga dari sektor informal dan UMKM lokal yang terlibat dalam rantai pasok operasional sekolah.

Agung menambahkan, “Program ini mempertegas komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan antar generasi, sejalan dengan agenda pembangunan manusia dalam Asta Cita.”

Sebuah langkah strategis, tampaknya. Bukan cuma membangun infrastruktur, tapi juga berinvestasi pada masa depan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar