MURIANETWORK.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Makassar pada Rabu, 19 Februari 2026, akan didominasi kondisi berawan sepanjang hari. Meski potensi hujan signifikan tidak terdeteksi, pihak berwenang mengingatkan warga untuk mewaspadai kemungkinan angin kencang, terutama di wilayah pesisir dan area terbuka.
Kondisi Langit dari Pagi hingga Malam
Menurut rilis resmi dari BMKG, langit Kota Makassar diprediksi akan tampak berawan sejak pagi hari. Kondisi ini relatif kondusif untuk berbagai aktivitas warga di luar ruangan. Tren cuaca berawan ini diprakirakan akan meluas dan bertahan hingga siang, sore, bahkan malam hari, tidak hanya di Makassar tetapi juga mencakup wilayah seperti Parepare dan Kepulauan Selayar.
Meski demikian, perubahan cuaca di lapangan bisa terjadi secara tiba-tiba. Kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya bagi para nelayan, pekerja lapangan, atau mereka yang berencana melakukan perjalanan.
Detail Parameter Cuaca
Analisis lebih mendetail menunjukkan variasi suhu udara yang cukup lebar, berkisar antara 18 hingga 36 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara juga diprakirakan sangat tinggi, mencapai 75 hingga 100 persen, yang menandakan udara yang cukup lembap dan terasa hangat.
Sementara itu, pola angin diperkirakan berasal dari arah barat menuju utara dengan kecepatan yang bervariasi, antara 7 hingga 31 kilometer per jam. Kecepatan angin pada kisaran tertinggi ini perlu diperhatikan untuk aktivitas yang sensitif terhadap angin.
Peringatan Dini dari BMKG
Di tengah prakiraan cuaca yang umumnya stabil, BMKG memberikan catatan khusus berupa peringatan dini. Lembaga yang bertanggung jawab dalam pemantauan cuaca ini mengidentifikasi potensi angin kencang di beberapa wilayah.
"Masyarakat diimbau untuk berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dan di wilayah perairan," ungkap pernyataan resmi BMKG yang dirilis hari ini.
Peringatan ini secara spesifik menyasar wilayah Sulawesi Selatan bagian barat dan selatan, termasuk kawasan pesisir yang rawan terdampak. Imbauan ini menekankan pentingnya antisipasi, mengingat angin kencang dapat membahayakan keselamatan, merusak properti, dan mengganggu lalu lintas perairan.
Artikel Terkait
Kiper Muda Berdarah Indonesia Jalani Trial di Atletico Madrid
Tilanga Natural Pool, Kolam Purba Toraja dengan Air Jernih dan Legenda Masapi
Anggota DPR Kritik Wacana Jokowi Kembalikan UU KPK ke Versi Lama
Mahfud MD Kritisi Kenaikan Gaji Hakim sebagai Solusi Korupsi