Jakarta, akhir Februari 2026 – Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza punya pandangan yang cukup optimis. Baginya, perjanjian dagang resiprokal yang baru saja disepakati Indonesia dan Amerika Serikat bukan cuma angin segar. Ini adalah sebuah lompatan besar. Lompatan yang bisa mengubah peta industrialisasi nasional ke depannya.
Lantas, apa yang membuatnya begitu istimewa? Menurut Faisol, intinya terletak pada hilirisasi. Selama ini, upaya mengolah mineral di dalam negeri sendiri kerap terbentur banyak hal. Mulai dari soal pendanaan, teknologi, sampai bagaimana caranya menjangkau pasar global. Nah, perjanjian ini diyakini bisa membuka jalan untuk memecah kebuntuan itu.
“Selama ini hilirisasi mineral kita masih menghadapi banyak tantangan,” ujar Faisol, seperti dikutip dari Antara, Jumat lalu.
“Dengan adanya perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat, hilirisasi pasir silika sebagai bahan utama produksi chip atau semikonduktor berpeluang direalisasikan di dalam negeri. Ini lompatan besar bagi industrialisasi Indonesia.”
Pernyataannya punya dasar. Pasir silika, bahan yang mungkin terdengar sederhana, ternyata adalah komponen kunci dalam industri semikonduktor dunia. Kerja sama ini membuka peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya mengekspor bahan mentah, tapi juga mengolahnya. Alhasil, kita berpotensi jadi pemasok bagi perusahaan-perusahaan chip raksasa AS sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sendiri.
Di sisi lain, muncul kekhawatiran. Bagaimana dengan industri dalam negeri, terutama yang skalanya kecil dan menengah? Apakah mereka justru akan terimpit?
Faisol menegaskan, justru sebaliknya. Perjanjian ini, katanya, dirancang agar produk lokal tidak harus berhadap-hadapan langsung dengan barang impor AS di pasar domestik. Malah, ada benefit nyata: sebanyak 1.819 produk Indonesia kini bisa masuk ke pasar AS dengan tarif nol persen. Padahal sebelumnya, tarifnya bisa mencapai 8-12 persen. Angka yang cukup signifikan bagi para eksportir.
Artikel Terkait
Hillary Clinton Bantah Kenal Jeffrey Epstein dalam Dengar Pendapat Tertutup Kongres
Hayati Kamelia Ungkap Lelah Mental Dampingi Ammar Zoni di Kasus Narkoba
CT ARSA Foundation Apresiasi Bantuan Angkut 100 Ton Logistik Korban Bencana oleh TNI AL
Pemerintah Siapkan 10 Ruas Tol Baru Gratis untuk Mudik Lebaran 2026