Yogyakarta bersiap menyambut gelombang manusia. Menjelang Lebaran 2026, Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memproyeksikan ada sekitar 8 juta pergerakan orang yang masuk dan keluar wilayahnya. Angka yang cukup fantastis itu mencakup seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.
“Kurang lebih sekitar 8 jutaan mobilitas di DIY. Itu seluruh kabupaten/kota,”
kata Kepala Dishub DIY, Chrestina Erni Widyastuti, Kamis (26/2/2026). Ia mengungkapkan hal ini berdasarkan pantauan di sejumlah titik masuk utama, seperti kawasan Prambanan, Jalan Godean, dan Jalan Wates.
Menurutnya, pola mudik tahun depan kemungkinan besar tak akan jauh beda dengan arus Nataru 2025/2026 yang lalu. Yang menarik, evaluasi dari momen liburan akhir tahun itu justru memberikan gambaran tak terduga.
Kepadatan parah ternyata tidak terjadi di sekitar akses tol sebelah timur, melainkan bergeser ke wilayah Kecamatan Tempel di Kabupaten Sleman.
“Justru padatnya malah di area Tempel. Saat Nataru kemarin kita mengira di Prambanan, ternyata salah,”
Artikel Terkait
Potensi Laut Indonesia Besar, Namun Kesejahteraan Nelayan Masih Tertinggal
Saksi Ungkap Alarm Bisu dan Akses Tunggal dalam Kebakaran Maut PT Terra Drone
Trump Kembali Serang Paus Leo XIV Soal Iran, Paus Pilih Tak Berdebat
Polda Riau Resmikan Bengkel Gratis untuk Pengemudi Ojol di Pekanbaru