ungkap Chrestina. Ia menduga, tarif tol yang dianggap masih mahal menjadi penyebab utama pemudik memilih jalur biasa.
Menyikapi hal itu, sosialisasi mengenai rute-rute alternatif akan digencarkan lagi. Tujuannya jelas: agar arus mudik lebih lancar dan tersebar.
Di sisi lain, persiapan teknis juga tak kalah penting. Dishub DIY akan berkoordinasi penuh dengan kepolisian dan stakeholder terkait. Salah satu langkah konkretnya adalah penyesuaian pengaturan lampu lalu lintas.
“Kita bersama kepolisian dan stakeholder lain akan melakukan pengaturan lalu lintas. Pengaturan 'traffic light' nanti juga diperpanjang durasinya di simpang-simpang yang kepadatannya tinggi,”
jelas Chrestina.
Tak cuma itu, pemantauan akan dilakukan secara real-time melalui "back office" Smart Province yang terhubung dengan sistem Polda DIY. Dengan segala persiapan ini, mereka berharap bisa mengantisipasi kemacetan, baik saat arus mudik maupun saat balik nanti.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan 10 Ruas Tol Baru Gratis untuk Mudik Lebaran 2026
Menteri PPPA Apresiasi Bareskrim Bongkar Sindikat Jual Beli Bayi Lintas Wilayah
KPAI Apresiasi Pengungkapan Sindikat Perdagangan Bayi oleh Bareskrim
Kondisi Korban Pembacokan UIN Suska Riau Mulai Membaik, Pelaku Berstatus Tersangka