Selanjutnya, Control Check. Tahap ini mencakup pemeriksaan densitas untuk mendeteksi kontaminasi dari fraksi lain, serta Membrane Test yang bertugas menangkap kontaminan padat. Intinya, di tahap ini mereka menyelidiki lebih dalam apakah ada benda asing yang mencemari produk.
Di sisi lain, Yosep Iswadi, VP Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, memberikan gambaran lebih luas. AFT Halim, katanya, adalah salah satu dari 75 Aviation Fuel Terminal yang dikelola Pertamina secara nasional.
Fasilitas di Halim sendiri cukup mengesankan. Ada empat tangki penyimpanan dengan kapasitas maksimal 8 ribu kilo liter, ditambah tujuh mobil refueler yang siap melayani maskapai di Bandara Halim Perdanakusuma. Operasionalnya dirancang untuk memastikan pasokan lancar, kapan pun dibutuhkan.
Sebagai catatan penutup, Pertamina juga menegaskan komitmennya pada agenda yang lebih besar. Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi, mereka mendukung penuh target Net Zero Emission 2060. Berbagai program yang berdampak pada Sustainable Development Goals (SDGs) terus didorong. Semua upaya ini sejalan dengan transformasi perusahaan yang berorientasi pada tata kelola baik, pelayanan publik, serta keberlanjutan usaha dan lingkungan dengan prinsip-prinsip ESG yang diterapkan di semua lini bisnis.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Petir dan Lebat di Sejumlah Wilayah Hari Ini
Ibu dan Anak Tewas Mati Lemas Akibat Zat Kimia di Kolam Bekas Asrama Polisi Jombang
Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Penipuan SMS E-Tilang Palsu
Persib dan Borneo Menang Besar, Persita Tersungkur di Pekan ke-23 BRI Liga 1