Pengadilan Tipikor Jakarta akhirnya menjatuhkan vonis. Kelima terdakwa dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah itu harus mendekam di penjara antara 9 hingga 13 tahun. Putusan ini dibacakan majelis hakim pada Jumat (27/2/2026) lalu, mengakhiri proses persidangan yang cukup menyita perhatian.
Ketua majelis hakim, MURIANETWORK.COM Kusuma Aji, dengan tegas menyatakan bahwa para terdakwa terbukti bersalah.
Kalimat itu menjadi penegas dari dakwaan jaksa. Di ruang sidang yang hening, hukuman pun diumumkan satu per satu.
Nah, soal pertimbangannya, hakim punya alasan. Di satu sisi, perbuatan mereka dinilai merugikan dan tak sejalan dengan upaya pemerintah memberantas korupsi. Itu yang memberatkan. Namun begitu, sikap kooperatif selama persidangan dan status sebagai tulang punggung keluarga jadi hal yang meringankan. Tapi tampaknya, bobot kerugian negara yang disebut-sebut mencapai Rp 285 triliun itu jauh lebih berbicara.
Kerugian fantastis itu sendiri, menurut dakwaan, bersumber dari dua masalah utama: aktivitas impor produk kilang atau BBM, plus penjualan solar nonsubsidi yang bermasalah.
Artikel Terkait
Persib dan Borneo Menang Besar, Persita Tersungkur di Pekan ke-23 BRI Liga 1
BMKG Waspadakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jawa hingga NTT Akibat Dua Siklon
Telur Berkotoran Ayam dalam Program Makan Bergizi SD Tulungagung Picu Keluhan
Calvin Verdonk Cetak Sejarah, Jadi Pemain Indonesia Pertama ke 16 Besar Liga Europa