Gempa bumi yang mengguncang Flores Timur pekan lalu tak ayal membuat situasi jadi genting. Menanggapi hal itu, Kementerian Sosial pun bergerak cepat. Mereka mendistribusikan berbagai bantuan logistik untuk meringankan beban korban. Isinya beragam, mulai dari makanan siap santap, kasur, selimut, sampai pakaian untuk anak-anak dan orang dewasa. Bahkan tenda darurat juga disiapkan untuk mereka yang rumahnya rusak.
Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Masryani Mansyur atau yang akrab disapa Cece, menjelaskan langkah yang diambil pihaknya.
"Kami langsung diinstruksikan Pak Menteri secepatnya menyalurkan bantuan Kemensos untuk penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Flores Timur," ujarnya.
Cece menambahkan, bantuan itu dikirim dari Gudang Sentra Effata Kupang pada hari Senin, 13 April 2026, langsung menuju Dinas Sosial setempat.
Semua ini berawal dari guncangan tektonik bermagnitudo 4,7 yang terjadi pada Rabu malam, 8 April 2026. Gempa itu berpusat sekitar 22 kilometer tenggara Larantuka, dengan kedalaman yang relatif dangkal, hanya 10 kilometer di bawah permukaan. Getarannya tentu saja dirasakan kuat.
Dalam memilih lokasi pendistribusian, Kemensos tak mau gegabah. Mereka memastikan tempatnya aman dari segala potensi bahaya lanjutan.
"Lokasi dipilih di area terbuka yang bebas dari potensi bahaya gempa susulan atau longsor," jelas Cece tegas.
Di sisi lain, upaya tak cuma berhenti di pengiriman barang. Jajaran Kemensos turun langsung melakukan asesmen mendetail. Mereka mendata warga yang terdampak, mencatat tingkat kerusakan rumah, serta memeriksa kondisi fasilitas umum yang rusak. Tujuannya jelas: mendapatkan gambaran utuh tentang apa yang dibutuhkan.
Layanan kesehatan juga tak luput dari perhatian. Ada tim medis yang disiagakan untuk menangani korban luka ringan dan memantau kondisi kesehatan para pengungsi. Yang tak kalah penting, kegiatan trauma healing digelar, khususnya untuk anak-anak yang masih ketakutan akibat gempa utama dan susulannya.
Di lapangan, situasi perlahan mulai menunjukkan titik terang. Meski begitu, proses pemulihan masih panjang.
"Tim gabungan terdiri dari dinas terkait, BPBD, TNI, Polri, masih aktif di lapangan untuk mendirikan tenda darurat, mendistribusikan logistik, dan memantau situasi," ungkap Cece.
Ia mengakui, situasi secara umum mulai terkendali. Namun begitu, perbaikan rumah dan pemulihan kondisi mental warga masih membutuhkan waktu dan usaha ekstra. Pekerjaan besar itu belum usai.
Artikel Terkait
Gubernur Jateng Ajak Fatayat NU Bersama Cegah Kekerasan di Lingkungan Pesantren
Autopsi Ungkap Balita di Bekasi Tewas dengan 32 Luka Tusuk, Pelaku Paman Korban yang Emosi Saat Bermain Gim
Imigrasi Peringatkan Maraknya Penipuan Digital Mengatasnamakan Layanan Resmi, Minta Publik Hanya Akses Kanal Terpercaya
Polda Metro Buka Posko Pengaduan Korban Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel