“Kami berharap Bazar Ramadan tidak berhenti sebagai kegiatan musiman, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat ekonomi masyarakat dan membuka lebih banyak peluang usaha ke depan,” tegasnya.
Ia pun mengapresiasi komitmen Pemkot Lhokseumawe dan seluruh pelaku ekonomi kreatif yang terlibat. Kolaborasi semacam ini, menurut Riefky, adalah kunci agar pertumbuhan ekonomi benar-benar terasa dampaknya oleh warga biasa.
Pembukaan bazar sendiri berlangsung meriah. Diwarnai pemukulan Rapai, alat musik tradisional Aceh, serta iringan tarian dan nasyid. Ada juga agenda santunan untuk 30 anak yatim. Tidak ketinggalan, Riefky bersama Wali Kota Lhokseumawe menyempatkan blusukan meninjau stan-stan UMKM yang berjejer.
Memang, nuansa religius dan sosial sangat kental di acara ini. Selain transaksi ekonomi, ada panggung kreativitas, ceramah agama, hingga berbagai lomba bernuansa Ramadan. Tujuannya satu: menjadikan bazar sebagai ruang ekonomi yang hidup, sekaligus sarana syiar di bulan suci.
Dalam kunjungan kerja itu, Menteri Riefky didampingi sejumlah pejabat, antara lain Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis Rian Syaf, Tenaga Ahli Menteri Panji Purboyo, dan Kepala Biro Umum Indra Saputra.
Artikel Terkait
MSIG Life Bayar Klaim Rp 1,07 Triliun di Tengah Lonjakan Biaya Medis
Jamu Coro Demak Bertahan di Tengah Banjir Takjil Kekinian
Pegawai Bank di Tulang Bawang Ditembak Saat Tidur di Kamarnya
Tiga Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara atas Korupsi Rp9,42 Triliun