Bagi Alex, momentum penyaluran ini krusial. "Beras 10 kg dan minyak goreng 2 liter per bulan itu bisa meredam gejolak harga, apalagi di bulan Ramadhan dan mendekati Lebaran 1447 H," ujarnya. Politikus PDI Perjuangan asal Sumbar ini mengingatkan, bantuan ini sangat dinantikan. "Jangan biarkan masyarakat menunggu janji pemerintah terlalu lama," tambahnya.
Angkanya memang tak kecil. Untuk dua bulan itu, Bulog akan menyalurkan sekitar 664,8 ribu ton beras dan 132,9 ribu kiloliter minyak goreng. Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tahun 2026 ini melonjak signifikan, naik 81,9 persen dibanding program serupa sebelumnya yang hanya menjangkau 18,2 juta KPM per bulan.
Demi program ini, pemerintah menyiapkan anggaran yang fantastis: hampir Rp 12 triliun. Alex meyakini, selain mengendalikan inflasi dengan menstabilkan harga sembako, Bapang juga punya peran ganda. Bantuan ini diharapkan bisa membantu kebutuhan selama Ramadan, meringankan beban hari raya, dan sekaligus menjaga daya beli masyarakat secara keseluruhan.
Sebelumnya, program serupa di tahun 2025 berjalan dalam dua tahap. Tahap pertama di pertengahan tahun hanya berupa beras. Lalu, di akhir tahun, paketnya ditambah dengan minyak goreng. Efeknya ternyata cukup terasa.
Badan Pusat Statistik (BPS) pernah mencatat dampak positif bantuan pangan beras terhadap angka kemiskinan. Pada Maret 2024, persentase penduduk miskin tercatat 9,03 persen. Angka itu menunjukkan penurunan dibanding periode-periode sebelumnya. Program ini, meski terlihat sederhana, nyatanya punya andil dalam perbaikan kondisi sosial.
Artikel Terkait
Jamu Coro Demak Bertahan di Tengah Banjir Takjil Kekinian
Pegawai Bank di Tulang Bawang Ditembak Saat Tidur di Kamarnya
Tiga Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara atas Korupsi Rp9,42 Triliun
Sidang Korupsi Minyak Mentah Berlanjut hingga Dini Hari, Enam Eks Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara