Usaha hati-hati itu membuahkan hasil. Cincin akhirnya terlepas, dan yang terpenting, jari warga itu sama sekali tidak terluka. Tak ada luka, lecet, apalagi cacat. Semuanya berjalan mulus.
Warga yang bernama Putra asal Singkep Barat itu mengaku sudah mencoba berbagai cara. Sejak enam bulan silam, cincinnya mulai terasa mengikat. Ia berusaha melepasnya sendiri, tapi sia-sia. Pilihan terakhir jatuh pada Damkar.
Menurut Ikmal, kasus seperti ini ternyata bukan yang pertama. Sampai saat ini, Damkar Kabupaten Lingga sudah menangani delapan laporan serupa. Polanya nyaris sama: ukuran cincin yang terlalu sempit memicu pembengkakan jari.
Di sisi lain, ada juga beberapa kasus yang lebih parah. Cincinnya sampai menyatu dengan kulit jari, sehingga butuh penanganan khusus dari petugas. Situasi seperti itu jelas lebih rumit dan butuh kesabaran ekstra.
Kejadian ini sekaligus mengingatkan kita. Sesuatu yang sederhana seperti cincin bisa jadi masalah besar jika tidak hati-hati. Untungnya, tim Damkar Lingga siap membantu dengan keterampilan mereka yang tak terbatas pada memadamkan api saja.
Artikel Terkait
Konsul Jenderal RI San Francisco Dorong Diaspora LPDP Berkontribusi dari Karier Global
ASEAN Desak AS dan Iran Segera Berunding, Jamin Keamanan Selat Hormuz
KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Terkait Kasus Pemerasan
Kemenhan Tegaskan Perjanjian Lintas Udara AS Belum Final, Aturan Ketat Berlaku