Kondisi sebuah sekolah di kawasan hutan Perhutani, Pandeglang, benar-benar memprihatinkan. Anggota DPRD Banten, Rifky Hermiansyah, angkat bicara soal hal ini. Menurutnya, bangunan yang rusak parah itu harus segera ditangani.
Lokasinya ada di Kampung Batu Payung, Sorongan, Cibaliung. Sekolah itu adalah bagian dari SDN 2 Sorongan, yang punya dua lokasi terpisah: sekolah induk dan satu kelas jauh di tengah kawasan Perhutani. Nah, yang bermasalah adalah kelas jauhnya.
Bayangkan saja, satu guru harus mengelola enam kelas sekaligus. Jumlah muridnya sekitar 22 anak, gabungan dari kelas satu hingga enam. Sungguh situasi yang sangat berat.
Rifky Hermiansyah memberikan penjelasan lebih rinci pada Rabu lalu.
"Jumlah guru satu orang, Bapak Armani, telah mengabdi 17 tahun. Statusnya PPPK Kabupaten Pandeglang," ujar Rifky.
"SDN 2 Sorongan kelas jauh ini berdiri dalam kondisi yang sangat tidak layak," lanjutnya. Ia menggambarkan, bangunan sekolah dari kayu itu sudah lapuk dimakan usia. Kelihatannya sudah lama sekali tak tersentuh perbaikan.
Jadi, selain kekurangan tenaga pengajar, fasilitasnya pun nyaris ambruk. Ini jadi perhatian serius, mengingat pendidikan anak-anak di daerah terpencil tak boleh lagi diabaikan.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi