Guru Tunggal Berjuang di Sekolah Lapuk Kawasan Hutan Pandeglang

- Rabu, 10 Desember 2025 | 13:25 WIB
Guru Tunggal Berjuang di Sekolah Lapuk Kawasan Hutan Pandeglang

Kondisi sebuah sekolah di kawasan hutan Perhutani, Pandeglang, benar-benar memprihatinkan. Anggota DPRD Banten, Rifky Hermiansyah, angkat bicara soal hal ini. Menurutnya, bangunan yang rusak parah itu harus segera ditangani.

Lokasinya ada di Kampung Batu Payung, Sorongan, Cibaliung. Sekolah itu adalah bagian dari SDN 2 Sorongan, yang punya dua lokasi terpisah: sekolah induk dan satu kelas jauh di tengah kawasan Perhutani. Nah, yang bermasalah adalah kelas jauhnya.

Bayangkan saja, satu guru harus mengelola enam kelas sekaligus. Jumlah muridnya sekitar 22 anak, gabungan dari kelas satu hingga enam. Sungguh situasi yang sangat berat.

Rifky Hermiansyah memberikan penjelasan lebih rinci pada Rabu lalu.

"Jumlah guru satu orang, Bapak Armani, telah mengabdi 17 tahun. Statusnya PPPK Kabupaten Pandeglang," ujar Rifky.

"SDN 2 Sorongan kelas jauh ini berdiri dalam kondisi yang sangat tidak layak," lanjutnya. Ia menggambarkan, bangunan sekolah dari kayu itu sudah lapuk dimakan usia. Kelihatannya sudah lama sekali tak tersentuh perbaikan.

Jadi, selain kekurangan tenaga pengajar, fasilitasnya pun nyaris ambruk. Ini jadi perhatian serius, mengingat pendidikan anak-anak di daerah terpencil tak boleh lagi diabaikan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar