Tiga Pemuda Pelaku Lempar Petasan ke Sopir Angkot di Tangerang Diamankan dan Berdamai

- Kamis, 26 Februari 2026 | 23:05 WIB
Tiga Pemuda Pelaku Lempar Petasan ke Sopir Angkot di Tangerang Diamankan dan Berdamai

Video itu beredar cepat di media sosial. Tampak sekelompok pemuda, dari atas motor, melemparkan petasan ke arah sopir angkot yang sedang melaju. Aksi nekat itu langsung jadi sorotan. Tak butuh waktu lama, polisi pun bergerak. Tiga orang pelaku akhirnya berhasil diamankan terkait insiden yang memicu kemarahan warganet itu.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Parikhesit, menjelaskan langkah yang diambil pihaknya. "Kami langsung menelusuri kebenaran video viral itu," ujarnya pada Kamis (26/2/2026).

Setelah berkoordinasi dengan korban dan pelaku, polisi memfasilitasi pertemuan untuk penyelesaian secara kekeluargaan. Tentu saja, dengan tetap mengedepankan hukum dan keadilan.

Ketiga remaja yang terlibat adalah DA (20), RDS (16), dan UPY (21). Menurut penyelidikan, kejadian ini terjadi dini hari, Selasa (24/2) sekitar pukul 02.00 WIB. Lokasinya di Jalan Maulana Hasanudin, tepatnya di rute angkot Cikokol-Ciledug, Kelurahan Cipondoh. Syukurlah, tidak ada korban jiwa dalam insiden yang bisa dibilang sangat berbahaya ini.

Pertemuan mediasi pun digelar. Orang tua ketiga pelaku hadir, mencoba memahami kelakuan anak-anak mereka. Dalam forum itu, suasana tegang pelan-pelan mencair.

Para pelaku dan keluarganya menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada kedua pengemudi angkot. Mereka juga berjanji tak akan mengulangi perbuatan bodoh tersebut.

"Mereka sudah menyadari kesalahan," imbuh Parikhesit. Kedua belah pihak akhirnya sepakat berdamai dan membuat surat kesepakatan bersama sebagai bukti.

Di sisi lain, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menegaskan soal pendekatan yang dipilih. Problem solving ini, katanya, mempertimbangkan aspek kemanusiaan, usia pelaku yang masih remaja, dan dampak sosialnya. Meski begitu, tanggung jawab hukum tidak diabaikan begitu saja.

Jauhari juga punya imbauan keras. "Kami minta masyarakat, terutama para remaja, jangan cari sensasi dengan cara membahayakan orang lain," tegasnya.

Media sosial, lanjutnya, bukan tempat untuk pamer aksi konyol yang melanggar hukum.

Rekaman yang Menghebohkan

Awal mula viralnya berawal dari beberapa klip video. Dalam satu rekaman, terlihat beberapa pemuda memegang sejumlah petasan, seperti sedang bersiap untuk sesuatu. Adegan lain menunjukkan mereka sudah berada di atas motor, berkeliling.

Lalu, aksi itu terjadi. Saat sebuah angkot lewat, sebuah petasan meluncur dari tangan salah satu pemuda dan masuk tepat ke dalam kabin sopir. Sang sopir terkejut, spontan bereaksi. Suara ledakan pasti memekakkan telinga di dalam ruang sempit itu.

Untungnya, sang pengemudi tidak sampai mengalami luka serius. Tapi bayangkan saja, jika petasan itu meledak di dekat wajah atau mengalihkan konsentrasi berkendara? Bisa berakibat jauh lebih fatal.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar