Menurut Gus Ipul, mekanisme ini tak bisa asal. Penyaluran Jadup merupakan bagian dari bansos adaptif kebencanaan di Sumatera, yang menyasar total 175.211 penerima manfaat. Masing-masing mendapat Rp 450 ribu per bulan, untuk tiga bulan berturut-turut.
Namun begitu, Jadup hanyalah satu bagian dari paket bantuan yang lebih komprehensif. Pemerintah juga menyiapkan logistik dan dapur umum, santunan untuk ahli waris dan korban luka berat, bantuan isian rumah, serta dukungan pemberdayaan ekonomi dengan nilai yang bervariasi.
“Ini sudah mulai proses salur, karena tentu penerima manfaatnya harus yang sudah terverifikasi agar tepat sasaran. Mulai dari usulan pemerintah daerah dan ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri selaku ketua satgas,” tambah Gus Ipul menutup penjelasannya.
Semua ini punya landasan hukum yang jelas, yaitu SK Bupati Bener Meriah Nomor 360/25/SK/2026. Intinya, upaya pemulihan sosial ekonomi warga Aceh pascabencana benar-benar digarap serius.
Dalam acara penyerahan simbolis tahap pertama itu, hadir Wakil Bupati H. Armia, Sekda Riswandika Putra, serta sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait. Kehadiran mereka memberi sinyal bahwa penyaluran ini dipantau langsung, bukan sekadar angka di atas kertas.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Laut di Maluku Barat Daya
Sidang Vonis Korupsi Pertamina Ricuh, Ditunda hingga Dini Hari
Siswi SMP Dibawa Kabur dan Jadi Korban Pencabulan Usai Dikenal di Grup WhatsApp
Kemenag Tegaskan Zakat Wajib, Ajak Umat Tingkatkan Kedermawanan Melampaui 2,5%