Di tengah ramainya pembicaraan soal kerja sama dagang dengan Amerika, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas langsung angkat bicara. Ia dengan tegas membantah kabar bahwa pemerintah mengimpor beras dan ayam dari Negeri Paman Sam. Menurutnya, kondisi pangan dalam negeri justru sedang surplus.
“Nggak ada kita impor ayam sama beras,” tegas Zulhas, Kamis lalu, saat dijumpai di Kompleks Parlemen, Senayan. Suasana saat itu sedang santai, jelang buka bersama dengan Fraksi PAN.
Ia lalu membeberkan data. Untuk beras saja, kata dia, surplus tahun 2025 diproyeksikan mencapai 4,2 juta ton. “Tahun ini produksinya saya kira akan jauh lebih tinggi lagi,” tambahnya penuh keyakinan.
Keyakinannya itu bukan tanpa bukti. Bahkan, Indonesia baru saja mempersiapkan ekspor perdana beras ke Arab Saudi. Rencananya, sebanyak 2.280 ton beras akan dikirim pada 28 Februari mendatang.
“Jadi untuk sementara kita surplus, bukan sementara, insyaallah ya,” ujar Ketum PAN ini sambil melanjutkan penjelasannya. “Tahun kemarin dan selanjutnya kita akan surplus. Semakin meningkat ya, beras, jagung.”
Tak cuma soal tanaman pangan, Zulhas juga menyoroti program swasembada protein. Tahun ini, menurutnya, fokus akan diarahkan pada pengembangan besar-besaran untuk ikan, ayam, dan telur. Ia menyebut rencana Danantara membangun pabrik pakan dan pembibitan DOC di enam daerah, seperti Lampung dan Malang, sebagai bagian dari strategi itu.
“Untuk memproduksi protein besar-besaran,” tuturnya. “Ikan kita akan bangun 2.000 kampung nelayan, akan membangun 20.000 hektar tambak tahun ini, tahun ini ya.”
Artikel Terkait
Sidang Korupsi Minyak Mentah Berlanjut hingga Dini Hari, Enam Eks Petinggi Pertamina Divonis 9-10 Tahun Penjara
Kemenag-British Council Latih 613 Guru Bahasa Inggris Madrasah
Prabowo Berbuka Puasa Bersama Seluruh Pemimpin Uni Emirat Arab di Abu Dhabi
Masjid Jami Koba: Saksi Bisu Sejarah di Balik Renovasi Megah