Namun begitu, tidak semua berita baik. Analisis harga menunjukkan beberapa komoditas masih bandel di atas HET atau HAP. Misalnya, beras premium Zona III, Minyakita, dan bawang merah. Lalu ada juga daging sapi segar, daging kerbau beku, cabai rawit merah, serta gula konsumsi di wilayah Indonesia Timur dan daerah 3TP.
Minyakita, misalnya. Harga minyak goreng kemasan satu liter ini masih saja di atas HET, meski di akhir periode pemantauan sempat turun. Bahkan, komoditas ini jadi yang paling banyak dikeluhkan masyarakat melalui hotline pengaduan satgas.
Faktor cuaca juga disebut-sebut memengaruhi, khususnya untuk produksi cabai di sentra-sentra penghasil.
Untuk menangani ini, Satgas melalui Bapanas sudah bergerak. Mereka menyalurkan cabai rawit merah dari sentra produksi ke Pasar Induk Kramat Jati guna menstabilkan pasokan dan harga. Untuk Minyakita, tim turun langsung memeriksa rantai pasok, dari produsen hingga pengecer, demi memastikan harga jualnya sesuai HET di angka Rp15.700 per liter.
Astawa menegaskan langkah ke depan. "(Satgas) akan mendorong Perum Bulog dan BUMN Pangan yang mendapat distribusi 35 persen DMO dari produsen untuk segera intervensi wilayah-wilayah yang masih di atas HET," tegasnya.
Tak cuma dorongan, tindakan tegas juga akan dijatuhkan pada setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.
Artikel Terkait
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 2,07 Miliar untuk Korban Bencana di Bener Meriah
Polres Metro Jakbar Gelar Apel Siaga Kamtibmas Ramadan Libatkan 205 Ormas
Pria Berulang Kali Curi dari Nenek Penjual Nasi Uduk di Bekasi Ditangkap
UMKM Luckybite Catat Lonjakan Penjualan 100% Saat Ramadan dan Hari Besar