"Kami sudah menyiapkan beberapa hipotesis," imbuh Herry Heryawan. "Mungkin gajah ini terjerat, lalu lukanya infeksi parah hingga akhirnya mati di tempat ini."
Ia menegaskan pihaknya masih mendalami segala kemungkinan, termasuk asal-usul tali jerat tersebut. Semuanya masih dalam tahap penyelidikan intensif.
"Kami tentu sangat prihatin dengan kejadian ini," tuturnya.
Kapolda itu sendiri dikenal memberikan perhatian serius terhadap nasib gajah Sumatera dan satwa liar lain di Riau. Kini, semua pihak hanya bisa menunggu. Menunggu laporan resmi dari dokter hewan yang akan membedah bangkai gajah malang tersebut, untuk mengungkap cerita sebenarnya di balik kematiannya.
Artikel Terkait
Satpolairud Bengkalis Bagikan Perlengkapan Sekolah untuk Anak Pesisir Muntai
Satgas Pangan Lakukan 28.270 Kali Pemantauan Jelang Hari Besar Keagamaan 2026
Kemensos Salurkan Bantuan Rp 2,07 Miliar untuk Korban Bencana di Bener Meriah
Polres Metro Jakbar Gelar Apel Siaga Kamtibmas Ramadan Libatkan 205 Ormas