Pandangan serupa datang dari Subhranshu Sekhar Das, Project Director inisiatif ini yang juga Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika. Ia melihat potensi IKN jauh melampaui konsep kota cerdas biasa.
“Nusantara punya peluang untuk berkembang menjadi lebih dari sekadar kota cerdas; ia bisa berevolusi jadi Cognitive City,” ujar Subhranshu.
“Dalam transformasi industri pengetahuan global, kota-kota perlu beralih dari infrastruktur digital yang statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif. Di sinilah peran Agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi akan krusial membentuk cara kota belajar, berimajinasi, dan mengoptimalkan tata kelola serta layanannya. Nusantara berpotensi jadi model global untuk paradigma baru ini,” jelasnya.
Menariknya, kerja sama ini langsung ditindaklanjuti dengan rapat proyek perdana. Rapat itu dihadiri oleh Senior Representative USTDA untuk Indonesia, Yolanda Hanna. Dengan dukungan teknologi mutakhir dan kolaborasi lintas sektor, Otorita IKN berkomitmen memastikan Nusantara dibangun dengan sistem digital yang matang dan benar-benar berorientasi masa depan.
Penulis: Ricardo Julio
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
PDIP Larang Kader Manfaatkan Program Makan Bergizi Gratis untuk Kepentingan Pribadi
TNI Buka Rakor Intelijen 2026, Siap Hadapi Tantangan Keamanan Multidimensi
Menteri Zulhas Bantah Impor Beras dan Ayam dari AS, Klaim Stok Pangan Surplus
Kapolri Ajak Ormas dan Mahasiswa Jadikan Polri Mitra, Bukan Sekadar Penjaga