Pandangan serupa datang dari Subhranshu Sekhar Das, Project Director inisiatif ini yang juga Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika. Ia melihat potensi IKN jauh melampaui konsep kota cerdas biasa.
“Nusantara punya peluang untuk berkembang menjadi lebih dari sekadar kota cerdas; ia bisa berevolusi jadi Cognitive City,” ujar Subhranshu.
“Dalam transformasi industri pengetahuan global, kota-kota perlu beralih dari infrastruktur digital yang statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif. Di sinilah peran Agentic AI dan platform pengetahuan terfederasi akan krusial membentuk cara kota belajar, berimajinasi, dan mengoptimalkan tata kelola serta layanannya. Nusantara berpotensi jadi model global untuk paradigma baru ini,” jelasnya.
Menariknya, kerja sama ini langsung ditindaklanjuti dengan rapat proyek perdana. Rapat itu dihadiri oleh Senior Representative USTDA untuk Indonesia, Yolanda Hanna. Dengan dukungan teknologi mutakhir dan kolaborasi lintas sektor, Otorita IKN berkomitmen memastikan Nusantara dibangun dengan sistem digital yang matang dan benar-benar berorientasi masa depan.
Penulis: Ricardo Julio
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa
Hexindo Gelar RUPSLB Usai Mundurnya Dua Direktur Asal Jepang
Ahli Ingatkan Pentingnya Konsistensi Orang Tua Atasi Kecanduan Gadget pada Anak