Bagi Saan, kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Ia melihatnya sebagai bentuk penghormatan nyata atas jasa kedua pahlawan nasional itu. Pemikiran dan perjuangan mereka, menurutnya, masih sangat relevan hingga sekarang.
Tak lupa, ia juga menyinggung warisan pemikiran Gus Dur. Pluralisme yang diusung mantan presiden keempat RI itu disebutnya sebagai teladan untuk merawat keutuhan bangsa di tengah segala perbedaan.
Di sisi lain, Gus Kikin menyambut baik langkah silaturahmi ini. Baginya, keakraban semacam ini adalah pondasi yang kokoh untuk kehidupan berbangsa.
Jadi, lewat safari Ramadan ini, Partai NasDem tak cuma menjalankan agenda religius. Mereka juga menyelipkan pesan politik yang halus: tentang penghormatan pada sejarah, dan pentingnya merajut tali persaudaraan di tanah air.
Artikel Terkait
Harga Emas Limbung Imbas Lonjakan Minyak dan Inflasi AS
Dolar AS Melonjak ke Level Tertinggi Seminggu Usai Gagalnya Perundingan AS-Iran
Darma Henwa Pertimbangkan Dividen Pertama Usai Laba Bersih Melonjak 7.697%
Keluarga Daeng Mamala Hibahkan 20 Hektare untuk Pesantren dan RS Al-Khairaat di Morut