Bagi Saan, kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Ia melihatnya sebagai bentuk penghormatan nyata atas jasa kedua pahlawan nasional itu. Pemikiran dan perjuangan mereka, menurutnya, masih sangat relevan hingga sekarang.
Tak lupa, ia juga menyinggung warisan pemikiran Gus Dur. Pluralisme yang diusung mantan presiden keempat RI itu disebutnya sebagai teladan untuk merawat keutuhan bangsa di tengah segala perbedaan.
Di sisi lain, Gus Kikin menyambut baik langkah silaturahmi ini. Baginya, keakraban semacam ini adalah pondasi yang kokoh untuk kehidupan berbangsa.
Jadi, lewat safari Ramadan ini, Partai NasDem tak cuma menjalankan agenda religius. Mereka juga menyelipkan pesan politik yang halus: tentang penghormatan pada sejarah, dan pentingnya merajut tali persaudaraan di tanah air.
Artikel Terkait
Kapolri Ajak Pemuda Kawal Program Pemerintah dan Waspadai Ancaman Global
Kemendikdasmen Sosialisasikan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2026 untuk Wujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
KPK Apresiasi Kewaspadaan Menteri Keuangan Soal Potensi Gratifikasi di Live TikTok
Chairul Tanjung Desak Muhammadiyah Segera Adopsi Teknologi di Semua Lini Pendidikan