New York: Dolar Amerika Serikat melonjak di awal perdagangan Asia hari ini, Senin 13 Maret 2026. Mata uang AS itu menguat ke level tertingginya dalam seminggu terakhir. Kenaikan ini terjadi dalam reli luas yang mendorongnya mengalahkan sebagian besar mata uang utama lainnya.
Pemicunya jelas: pembicaraan damai antara Washington dan Tehran akhirnya gagal total. Bahkan, situasi justru berbalik arah menjadi semakin tegang. Angkatan Laut AS kini bersiap untuk memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.
Indeks dolar AS, alat ukur yang membandingkannya dengan enam mata uang utama, tercatat naik 0,5 persen ke level 99,187. Posisi ini adalah yang tertinggi sejak 7 April lalu. Data ini dikutip dari Investing.com.
Di sisi lain, mata uang lain terperosok. Euro melemah 0,5 persen ke USD1,1667. Poundsterling Inggris ikut tertekan, turun 0,6 persen menjadi USD1,3383. Tak ketinggalan, dolar Australia anjlok 0,8 persen ke USD0,7014, sementara dolar Selandia Baru merosot 0,7 persen ke USD0,5798.
Artikel Terkait
Forum Korban Desak DPR Evaluasi UU Perdagangan Berjangka
Rumah Terduga Bandar Narkoba Digeruduk Massa, Kericuhan Keempat Terjadi di Rohil
Gagalnya Perundingan AS-Iran Dorong Harga Minyak Tembus US$100, Saham Migas RI Menguat
Foton eMiler, Truk Listrik dengan Kabin Lapang dan Akselerasi Halus, Siap Operasi di Indonesia