Suasana di ruang rapat Komisi III DPR, Kamis lalu, mendadak tegang. Habiburokhman, sang ketua, tak segan mengusir perwakilan pengembang PT Hasana Damai Putra (HDP) di tengah rapat dengar pendapat umum. Penyebabnya? Pelanggaran terhadap tata tertib rapat yang dinilai Habiburokhman sudah keterlaluan.
Rapat yang digelar di Senayan itu sebenarnya membahas hal serius: tindak lanjut kasus penolakan akses ke musala di kawasan Perumahan Vasana dan Neo Vasana. Namun, jalannya diskusi justru berujung ricuh.
Habiburokhman membuka dengan pertanyaan pedas. Dia menuntut penjelasan, mengapa kesimpulan dari RDPU sebelumnya tak kunjung dilaksanakan oleh pengembang. Perwakilan HDP yang hadir tanpa menyebut namanya langsung menjadi sasaran.
Pengembang itu berusaha membela diri. Dia mencoba menyebutkan adanya protes dari sebagian warga cluster Vasana. Tapi, Habiburokhman langsung memotong.
Si perwakilan HDP bersikukuh bahwa penjelasannya perlu disampaikan. Namun, ketua komisi itu hanya punya satu pertanyaan yang berulang: "Mengapa Anda tidak laksanakan keputusan Komisi III?"
Artikel Terkait
Kapolri Gelar Buka Puasa Bersama Ormas dan Mahasiswa, Tegaskan Media sebagai Suara Publik
JPU Soroti Janji Bukti Chat Pemerasan Rp300 Juta yang Tak Sesuai Klaim Ammar Zoni
Anggota DPR Desak Tunda Impor Mobil India, Soroti Ketiadaan Transparansi
Pasangan Residivis di Ponorogo Ditangkap Usai Mencuri untuk Biaya Nikah