Dari sini, durasi puasanya jadi sekitar 13 jam 39 menit. Sedikit lebih lama, tapi ya cuma selisih 21 menit dibanding Sabang. Nggak signifikan banget, kan?
Lalu, di Timur Indonesia?
Kita lihat Merauke, Papua, yang pakai WIT. Di sini, Subuh justru paling awal, pukul 04.26 pagi. Magrib-nya pun lebih cepat, yaitu pukul 18.04 sore.
Hasilnya? Durasi puasa di Merauke mencapai 13 jam 38 menit. Hampir sama persis dengan Denpasar, cuma beda satu menit! Jadi, meski hari terasa lebih cepat bergulir di timur, lama menahan lapar dan hausnya nyaris setara.
Kesimpulannya?
Dari perbandingan sederhana ini, jelas bahwa rata-rata puasa di Indonesia memang berkisar 13 jam. Perbedaan posisi geografis memang mempengaruhi kapan matahari terbit dan terbenam. Tapi dampaknya terhadap lama puasa ternyata minim. Selisihnya cuma puluhan menit, bukan jam.
Jadi, bisa dibilang, secara umum umat Islam di Nusantara menjalani ibadah puasa dengan durasi yang relatif seragam. Sekitar 13 jam. Sama-sama menunggu azan Magrib dengan harapan yang sama, dari Sabang sampai Merauke.
Artikel Terkait
Anggota DPRD DKI Soroti Pungli Rp100 Ribu ke Sopir Bajaj di Tanah Abang
Saksi Ahli Beberkan Kerugian Negara Rp 1,5 Triliun dalam Kasus Chromebook Nadiem
Auditor BPKP Bantah Tekanan dalam Klarifikasi Kasus Korupsi Chromebook
2.019 ASN Dilepas Kemhan untuk Jalani Seleksi Komponen Cadangan 2026