Mimpi Megah, Realita Suram
Ini yang bikin gregetan. Sementara performa tim merosot, di Makassar justru ada proyek besar yang digeber.
Pembangunan Stadion Untia, yang rencananya jadi markas baru PSM, sedang dikebut. Sejak dilantik awal 2025, Wali Kota Munafri Arifuddin dan wakilnya, Aliyah Mustika Ilham, memang fokus bangun infrastruktur. Stadion ini bukan cuma tempat main bola, tapi simbol kebanggaan baru.
Langkahnya konkret. Aset lahan di Untia, Biringkanaya, sudah diamankan. Sepanjang tahun lalu, 19 bidang tanah disertifikatkan 14 di antaranya khusus buat stadion.
Luas totalnya mencapai 77.597 meter persegi, nilainya selangit, lebih dari Rp111 miliar. Kawasan yang disiapkan bahkan seluas 23 hektare, cukup buat kompleks stadion modern.
Di atas kertas, masa depan PSM cerah sekali.
Tapi di lapangan? Gelap gulita.
Rumah Baru, Tapi Jiwa Tersesat
Ironis, bukan? Sebuah klub sibuk menyiapkan rumah mewah, tapi bisa-bisa hilang hak tinggal di liga utama.
Stadion megah kerap dianggap sebagai simbol kebangkitan. Tapi sejarah sepak bola mengajarkan, infrastruktur bagus nggak otomatis bikin tim jago. PSM saat ini seperti tim yang kehilangan jati diri. Mereka nggak jelek-jelek amat, tapi juga nggak cukup tajam buat menang. Nggak rapuh, tapi juga nggak kuat.
Kondisi kayak gini justru berbahaya. Masalahnya samar, solusinya pun jadi nggak jelas.
Detik Terus Berjalan
Liga nggak akan kasih waktu lama buat introspeksi. Setiap pekan, tekanan bertambah. Setiap kekalahan, mendekatkan mereka ke jurang.
Tomas Trucha masih coba optimis, bilang selalu ada laga berikutnya. Tapi realitanya, kesempatan itu makin menipis.
PSM ada di persimpangan yang krusial.
Di satu sisi, mimpi stadion megah dibangun pelan-pelan. Di sisi lain, tim yang akan menghuninya masih harus berjuang keras cuma supaya tetap eksis di papan atas.
Kalau tren ini berlanjut, sejarah mungkin akan mencatat ironi terbesar buat PSM: punya masa depan yang gemilang, tapi kehilangan hari ini.
Dan sepak bola, mirip dengan hidup, seringnya kejam pada mereka yang telat bangkit.
Artikel Terkait
Warga Permata Hijau Laporkan Proyek Padel ke Polisi Gangguan Malam Hari
Pemkot Solo Buka Posko Aduan THR untuk Cegah Sengketa Pekerja
NasDem Ziarah ke Makam KH Hasyim Asyari dan Gus Dur di Tebuireng
Minat WNA Jadi WNI Melonjak, Namun Seleksi Makin Ketat