Menurut paparan polisi, drama kejar-kejaran ini berawal ketika petugas melihat mobil HAF melaju tak wajar di kawasan padat itu. Sore itu, mobil itu dipergoki dan disuruh menepi. Tapi perintah itu diabaikan. Sang pengemudi malah memasuki Jalan Gunung Sahari IV.
Bukannya berhenti, ia malah menancap gas. Dashcam mobil patroli merekam aksinya di jalan kecil dengan kecepatan tinggi. Momen paling berbahaya terjadi saat ia memasuki Gunung Sahari V jalan satu arah dari arah Pasar Baru ke Bungur. Dia masuk dari arah yang salah, nyaris menabrak banyak pengendara motor yang sedang melintas.
Di perempatan Pasar Baru, dia bahkan masuk ke Jalan Budi Utomo secara melawan arah, tepat di jalur kanan. Petugas yang mengejar sempat berhenti di tengah perempatan, berputar, dan kembali ke titik awal. Saat pelaku belok kiri, dia hampir menabrak anggota polisi yang sudah bersiap menghadang. Perintah berhenti lagi-lagi diabaikan.
Dari situ, mobil hitam itu terus melesat ke arah Ancol. Tapi nasib berkata lain. Tak jauh dari sana, dia terjebak antrean kendaraan di lampu merah Pintu Besi.
Dan inilah puncak kekacauannya. Alih-alih menunggu, HAF memutuskan untuk berputar balik ke arah Pasar Baru. Dia melakukannya di jalur yang sama, melawan arus lagi. Aksi inilah yang terekam kamera dan berakhir dengan tabrakan beruntun ke kendaraan lain yang sedang antre.
“Nah, itu terjadi sebagaimana terekam kamera,” pungkas Komarudin menutup penjelasan panjang tentang aksi buron yang chaotic itu.
Artikel Terkait
Ibu Klaim Anaknya Tak Bersalah dalam Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram di Hadapan Komisi III DPR
Korlantas Tinjau Kesiapan Pelabuhan Bakauheni untuk Operasi Ketupat 2026
BKPM Pacu Investasi dengan Percepatan Perizinan, Target Rp13.000 Triliun dalam 5 Tahun
Inspirasi Rundown Buka Bersama untuk Kantor dan Sekolah di Bulan Ramadan