Di sisi lain, Fadli juga mengungkapkan bahwa Taman Budaya Bengkulu rutin mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemenbud setiap tahun. Dana itu dimaksudkan sebagai stimulus untuk menguatkan ekosistem seni daerah. Harapannya jelas: dana tersebut bisa dimaksimalkan untuk program-program lokal yang melibatkan perupa, pentas seni, dan agenda budaya lain yang mampu menyedot minat publik.
Sebagai informasi, Taman Budaya Provinsi Bengkulu merupakan lembaga kebudayaan yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat. Fungsinya sebagai wadah bagi para pelaku seni lokal untuk mengembangkan kreativitas, mulai dari teater, musik, tari, hingga seni rupa.
Dengan gedung teater, ruang pameran, dan area pertunjukan terbuka yang dimilikinya, tempat ini memang sudah rutin menggelar pagelaran seni, pameran, dan beragam kegiatan kreatif lainnya. Tujuannya satu: mempromosikan kekayaan budaya Bengkulu agar semakin dikenal.
Mengakhiri kunjungannya, Fadli Zon berharap Taman Budaya Bengkulu tidak berhenti sebagai sekadar tempat pertunjukan. Ia ingin melihatnya tumbuh menjadi pusat gravitasi baru bagi masyarakat, tempat di mana kreativitas budaya lokal tidak hanya dipamerkan, tapi juga benar-benar dilestarikan dan hidup dalam denyut nadi masyarakat sehari-hari.
Artikel Terkait
Ibu Klaim Anaknya Tak Bersalah dalam Kasus Pembunuhan Mahasiswi Unram di Hadapan Komisi III DPR
Korlantas Tinjau Kesiapan Pelabuhan Bakauheni untuk Operasi Ketupat 2026
BKPM Pacu Investasi dengan Percepatan Perizinan, Target Rp13.000 Triliun dalam 5 Tahun
Inspirasi Rundown Buka Bersama untuk Kantor dan Sekolah di Bulan Ramadan