Rabu lalu, di Kantor Badan Gizi Nasional di Jakarta Pusat, suasana terlihat cukup sibuk. Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, bertemu dengan Kepala BGN, Prof. Dadan Hindayana. Agenda utamanya? Mematangkan skema program Makan Bergizi Gratis yang khusus menyasar para lansia dan penyandang disabilitas.
“Alhamdulillah hari ini saya berkoordinasi dengan Kepala BGN Prof Dadan untuk mematangkan makan bergizi gratis khusus untuk lansia dan penyandang disabilitas,” ujar Gus Ipul.
Ia tampak bersemangat. “Saya bersyukur karena konsepnya makin matang dan sudah ketemu kira-kira bagaimana bentuk kerjasamanya.”
Pertemuan ini bukanlah awal dari nol. Sebenarnya, Kemensos sudah punya program bantuan makanan siap santap sebelumnya, namanya Permakanan. Hanya saja, distribusinya lewat pendamping sosial dan kelompok masyarakat di daerah. Nah, program baru ini ingin memperluas jangkauan sekaligus menaikkan standar. Kualitas gizinya harus lebih terukur dan terjamin.
Lalu, bagaimana mekanismenya? Rupanya, mereka punya solusi yang cukup cerdas. Gus Ipul menjelaskan bahwa penyediaan makanannya akan memanfaatkan jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN. Unit-unit ini sudah tersebar di berbagai daerah.
“Nanti yang melayani tetap SPPG,” jelasnya.
Namun begitu, urusan mengantarkan makanan ke tangan penerima manfaat tetap menjadi tugas jaringan sosial Kemensos yang sudah mapan. “Sementara yang mengantar nanti dari Pokmas atau dari caregiver,” tambah Gus Ipul.
Artikel Terkait
LPDP Masih Hitung Jumlah Pengembalian Dana Beasiswa dari Alumni yang Viral
SIM Keliling Kembali Beroperasi di Lima Titik Jakarta untuk Perpanjang SIM A dan C
Kartu Merah VAR untuk Kelly Picu Kekalahan Juventus di Liga Champions
Inisiator Papua Connection Kecam Serangan KKB terhadap Guru dan Tenaga Kesehatan sebagai Teror Kemanusiaan