Kasus bunuh diri anak bukan sekadar masalah kesehatan mental. Lestari Moerdijat, atau yang akrab disapa Rerie, Wakil Ketua MPR RI, dengan tegas menyebut ini adalah persoalan kebangsaan. Menurutnya, butuh kerja sama dari semua pihak untuk menjawab tantangan yang memilukan ini.
"Bicara tentang kasus bunuh diri anak adalah berbicara tentang masa depan bangsa," tegas Rerie dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).
"Anak-anak itu pemegang tongkat estafet. Mereka yang akan membangun negeri ini ke depan."
Pernyataannya itu disampaikan dalam sebuah diskusi daring bertajuk 'Merawat Jiwa Anak Bangsa', yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12. Angka yang beredar memang mengkhawatirkan. Data dari KPAI mencatat, dalam rentang 2023 hingga 2026 saja, sudah 116 kasus bunuh diri anak terjadi di Indonesia. Bagi Rerie, angka ini adalah cermin betapa rapuhnya penanaman nilai-nilai positif pada generasi penerus. Ia menekankan, membangun ruang sosial yang aman bagi anak adalah tanggung jawab kolektif kita semua.
Ia pun mengingatkan mandat konstitusi. UUD 1945 Pasal 28B ayat 2 jelas menjamin hak anak untuk hidup, tumbuh, dan terlindungi. Oleh karena itu, upaya pencegahan haruslah sistemik, melibatkan berbagai pilar masyarakat.
Namun begitu, di lapangan, beban kerap terasa tidak merata. Maulani Mega Hapsari, Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikdasmen RI, mengungkapkan kenyataan pahit yang sering dihadapi sekolah. "Ketika terjadi kasus, pengelola sekolah kerap jadi pihak yang paling disalahkan," ujarnya.
Padahal, menurut Maulani, pendidikan harus berjalan berkesinambungan antara keluarga dan sekolah. Ia menyoroti perundungan sebagai fenomena 'gunung es' yang kerap jadi pemicu. Untuk mengatasinya, Kemendikdasmen mendorong sejumlah kegiatan, mulai dari perkemahan, kawah kepemimpinan, hingga program UKS dan bela negara. Intinya, menciptakan budaya sekolah yang aman dan nyaman.
"Kami juga punya layanan konseling," tambahnya. Layanan ini diharapkan bisa jadi tempat curhat bagi siswa yang menghadapi persoalan, sehingga lingkungan belajar tetap kondusif.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Program LSDP untuk Tangani Sampah di 30 Kabupaten/Kota
Anggota DPR Soroti Kekurangan APD dan Armada Damkar Sidoarjo
Gempa Magnitudo 5.0 Guncang Pasaman Barat, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Bazar Ramadan Mentok Ramai, Kue Tradisional Jadi Buruan Utama