Di sisi lain, perhatian terhadap isu ini memang semakin meningkat. Diyah Puspitarini, Komisioner KPAI, menyatakan pihaknya sudah memberi alarm sejak 2023 lalu tentang indikasi peningkatan kasus. "Sebelum anak mengakhiri hidup, biasanya ada rentetan perlakuan yang menyakitinya," jelas Diyah. Ia juga mencatat, sebagian besar kasus tragis itu dilakukan dengan cara gantung diri.
Psikolog Shinta Sari Shaleh melihat masalah ini dari sudut pandang yang lebih luas. Bunuh diri anak, katanya, adalah persoalan sistem yang gagal menyediakan ruang aman. "Saya yakin, tidak ada anak yang bangun pagi lalu langsung berniat mengakhiri hidup," ujar Shinta. Pasti ada pemicu yang berakumulasi, dan sayangnya, sistem di sekitarnya kerap terlambat merespons. Ia mendesak adanya edukasi nasional bagi guru dan orang tua agar lebih paham soal tumbuh kembang anak.
Respons dari legislator pun datang. Lisda Hendrajoni dari Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai NasDem mengapresiasi program anti-perundungan, tapi ia mempertanyakan jangkauannya. "Bagaimana dengan rasio konselor dan siswa di sekolah? Apakah sudah memadai?" tanyanya.
Menyikapi data KPAI, Lisda menilai respons yang cepat dan terukur sangat dibutuhkan. Penguatan pilar keluarga, sekolah, komunitas, dan negara mutlak diperlukan. "Negara harus mampu membangun sistem perlindungan anak yang menyeluruh," tegasnya. "Tanpa itu, kita sedang membangun masa depan bangsa yang rapuh."
Diskusi ini juga menghadirkan perspektif sosial yang menarik dari wartawan senior Usman Kansong. Ia mengaitkan fenomena ini dengan kajian klasik Emile Durkheim tentang ikatan sosial. Menurutnya, ikatan yang terlalu longgar atau terlalu erat sama-sama berbahaya. "Lihat saja, sekarang ada anak yang lebih memilih curhat ke AI karena takut dihakimi orang sekitarnya," ujar Usman memberi contoh. Itu adalah tanda ikatan sosial yang longgar dalam keluarga.
Ia pun mengajak kita semua untuk introspeksi. Periksa kembali relasi kita dengan lingkungan sekitar. Cari titik seimbang yang proporsional tidak terlalu mengabaikan, tapi juga tidak terlalu mengekang.
Diskusi yang dimoderatori Eva Kusuma Sundari ini akhirnya menyepakati satu hal: menyelamatkan anak-anak dari keputusasaan adalah tugas bersama yang tidak bisa ditunda lagi.
Artikel Terkait
Pemerintah Siapkan Program LSDP untuk Tangani Sampah di 30 Kabupaten/Kota
Anggota DPR Soroti Kekurangan APD dan Armada Damkar Sidoarjo
Gempa Magnitudo 5.0 Guncang Pasaman Barat, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Bazar Ramadan Mentok Ramai, Kue Tradisional Jadi Buruan Utama