Fokusnya jelas. Kapasitas aparatur desa di wilayah tertinggal harus ditingkatkan agar lebih profesional. Di sisi lain, lewat BNPP, pemerintah akan melatih manajemen strategis untuk 1.200 camat. Mereka juga berencana membangun 20 unit kantor baru di lokasi prioritas. Harapannya, pelayanan publik bisa lebih baik.
Ada lagi program baru yang bakal diluncurkan: BERAKSI, singkatan dari Berdaya, Akuntabel, Sinergis. Intinya program ini ingin menyelaraskan rencana pembangunan desa dengan agenda nasional yang jadi prioritas.
"Program ini juga menyasar penguatan layanan dasar melalui optimalisasi Posyandu untuk penurunan stunting serta pemberdayaan ekonomi lokal melalui BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih," jelas Wiyagus.
Lebih jauh, Wiyagus menegaskan komitmennya. Kemendagri akan terus dampingi desa-desa tertinggal secara teknis. Jangan sampai mereka berjalan sendiri tanpa arah yang jelas. Desa harus jadi motor penggerak kesejahteraan yang berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, ia mengajak semua pihak berkolaborasi. "Mari kita jadikan rapat koordinasi ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, demi mewujudkan Indonesia yang lebih merata menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
Artikel Terkait
Liverpool Hentikan Tren Buruk, Kalahkan Fulham 2-0 di Anfield
Jordan Ivy-Curry Pamit dari IBL, All-Star 2026 Jadi Penampilan Terakhir
Pameran Nasional Tatah 2026 Digelar di Jakarta untuk Hidupkan Kembali Seni Ukir Jepara
AC Milan Dibantai Udinese 3-0 di San Siro