Abdul Rohim, salah satu penolong, menggambarkan mencekamnya saat itu.
"Mereka tadi terus saja padahal airnya sudah mulai deras. Langsung menyeberang, dan anaknya sempat terseret sekitar lima meter lebih," ujarnya.
Lantas, mengapa warga masih nekat melintasi sungai yang berbahaya itu? Rupanya, Sungai Regoyo kini jadi jalur wajib setelah Jembatan Limpas tertimbun material lahar Semeru. Setiap hari, ratusan orang dari Dusun Sumber Langsep terpaksa memakai jalur ini untuk sekolah, kerja, atau keperluan lain. Padahal, kondisi airnya bisa naik secara tiba-tiba kapan saja.
Kejadian ini jadi pengingat betapa rapuhnya akses hidup warga di lereng Semeru. Mereka seolah hidup berdampingan dengan ancaman, sambil berharap ada solusi yang lebih aman.
Artikel Terkait
Pelatih Timnas U-17 Indonesia Targetkan Juara Piala AFF 2026
Bupati Tulungagung Ditahan KPK Terkait Dugaan Pemerasan
Kapolda Riau Serukan Kewajiban Moral Kolektif dalam Festival Seni Konservasi Gajah
12 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK di Jakarta, Termasuk Adik Bupati