Rangkaian kunjungan terus berlanjut. Di Islamic Center Lhokseumawe, ia kembali berbuka puasa bersama. Kali ini, ia menyerahkan bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto: ratusan paket perlengkapan ibadah serta ribuan potong pakaian untuk anak-anak dan dewasa. Bantuan serupa juga disalurkan di posko pengungsian Balee Panah, Bireuen.
Di Bireuen, Tito melihat secercah harapan. Ia mengapresiasi pemulihan yang terlihat cukup pesat. "Banyak anak muda sudah kembali menggunakan smartphone," katanya, menandai kembalinya aktivitas warga. Tapi ia ingatkan, pekerjaan belum selesai. Perbaikan sekolah, masjid, dan ponpes harus terus digenjot. Ia meminta semua pihak untuk bersabar.
Persoalan lain yang tak kalah pelik justru ditemui di Pidie Jaya. Di Kecamatan Meurah Dua, Tito berdiri di atas hamparan sawah yang nyaris hilang tertimbun lumpur. Tebalnya bisa mencapai satu meter. Miris. Padahal, daerah ini adalah lumbung pangan dengan luas pertanian hampir 9.000 hektare.
"Kondisi ini perlu segera ditangani," ujarnya prihatin. Jika dibiarkan, produksi padi terancam anjlok.
Ia berharap Kementerian Pertanian turun tangan. "Mudah-mudahan nanti Pak Mentan Andi Amran Sulaiman memberikan perhatian agar lahan ini bisa segera kembali produktif," kata Tito.
Rangkaian panjang itu ditutup dengan salat Subuh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (22/2). Tito menegaskan, safari Ramadan ini adalah bentuk silaturahmi sekaligus pemantauan langsung. Ia mengingatkan, tugas yang diamanahkan Presiden Prabowo ini adalah bagian dari ibadah untuk membantu sesama. Sebelum berpamitan, ia kembali menyerahkan paket bantuan, termasuk Al-Qur’an wakaf dari presiden, untuk masyarakat Aceh.
Dalam perjalanannya selama 19-21 Februari itu, Tito tak sendirian. Ia didampingi Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA, Wagub Aceh Fadhlullah TM Daud, serta sejumlah kepala daerah setempat.
Artikel Terkait
LPDP Tegaskan Larangan Keras Peserta PPDS Keluar Daerah Penempatan
Kapolri Listyo Sigit Bagikan Takjil Langsung ke Pengendara di Depan Mabes Polri
Warga AS Terlibat Kasus Pembunuhan dalam Koper di Bali Akhirnya Dideportasi
Kemensos Tegaskan Prosedur Adopsi Anak Tidak Rumit, Imbau Hindari Jalur Ilegal