Pemandangan di TKP sungguh memilikan. Kerangka yang ditemukan sudah tidak utuh lagi. Yang tersisa hanyalah bagian tubuh dari pinggang hingga ke kaki. Meski kondisi tulang-belulang itu memprihatinkan, petugas masih bisa mencatat ciri pakaian yang melekat: sebuah celana jins biru dan di dalamnya ada celana pendewasa berwarna merah.
Nandang menjelaskan langkah selanjutnya.
"Kerangka manusia tersebut telah dievakuasi ke Markas Komando Ditpolairud. Setelah berkoordinasi dengan Subdit Gakkum, kerangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani visum et repertum (VER) guna kepentingan identifikasi," jelasnya.
Di sisi lain, pihak kepolisian juga membuka pintu bagi masyarakat. Mereka mengimbau siapa saja yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pakaian seperti itu untuk segera melapor. Bisa datang langsung ke Ditpolairud Polda Sumsel atau mendatangi RS Bhayangkara Palembang. Harapannya, dengan begitu proses identifikasi korban malang ini bisa berjalan lebih cepat.
Sungai Musi yang membelah Palembang ini kembali menyimpan kisah pilu. Siapa gerangan orang di balik kerangka itu, dan bagaimana ia bisa berakhir di tepian dermaga, masih menjadi misteri yang harus diungkap penyidik.
Artikel Terkait
Blokade AS di Selat Hormuz Pacu Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel
Pertemuan Jokowi dan Ahmad Ali di Solo Diwarnai Gelak Tawa Bahas Permintaan JK Soal Ijazah
Polisi Tangkap Ki Bedil dan Broker Senjata Ilegal di Bandung
Anggota DPRD DKI Soroti Pungli Rp100 Ribu ke Sopir Bajaj di Tanah Abang