Dalam pidato yang disampaikan di Balikpapan, Presiden Prabowo Subianto tak sungkan menyoroti sebuah persoalan klasik: impor BBM. Menurutnya, kebijakan ini kerap dimanfaatkan segelintir orang untuk mengeruk keuntungan pribadi. Rakyat kecil yang akhirnya menanggung akibatnya.
"Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti ya, orang-orang Indonesia yang pintar-pintar, pintar tapi serakah, mengatur mau impor dari luar," ujar Prabowo tegas.
Dia melanjutkan, dengan nada prihatin, "Dengan impor dari luar, dia manipulasi harga dan dia kutip, sehingga ada pihak sekelompok orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat."
Pernyataan ini disampaikannya saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP di Kalimantan Timur, Senin lalu. Acara yang seharusnya berisi sukacita justru diwarnai kritik pedas terhadap praktik lama di tubuh BUMN migas tersebut.
Sejak awal memimpin, Prabowo memang sudah berniat membenahi Pertamina. Komitmen itu kini diwujudkan dengan penunjukan pimpinan baru. Simon Aloysius dan sejumlah anak muda dipercaya memegang tampuk kepemimpinan dengan satu mandat utama: bersih dari korupsi.
Artikel Terkait
Tiket Piala Asia Futsal 2026 Dilepas, Mulai Rp75 Ribu
Belanja Akhir Tahun 2025 Tetap Bergairah, Tapi Waspada Inflasi Jelang Ramadan
Prabowo Pasang Target: Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem 2029
Prabowo Beri Sinyal Tegas: Energi Bersih dan Mandiri, atau Tidak Sama Sekali