Dalam pidato yang disampaikan di Balikpapan, Presiden Prabowo Subianto tak sungkan menyoroti sebuah persoalan klasik: impor BBM. Menurutnya, kebijakan ini kerap dimanfaatkan segelintir orang untuk mengeruk keuntungan pribadi. Rakyat kecil yang akhirnya menanggung akibatnya.
"Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti ya, orang-orang Indonesia yang pintar-pintar, pintar tapi serakah, mengatur mau impor dari luar," ujar Prabowo tegas.
Dia melanjutkan, dengan nada prihatin, "Dengan impor dari luar, dia manipulasi harga dan dia kutip, sehingga ada pihak sekelompok orang yang kaya raya di atas penderitaan rakyat."
Pernyataan ini disampaikannya saat meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP di Kalimantan Timur, Senin lalu. Acara yang seharusnya berisi sukacita justru diwarnai kritik pedas terhadap praktik lama di tubuh BUMN migas tersebut.
Sejak awal memimpin, Prabowo memang sudah berniat membenahi Pertamina. Komitmen itu kini diwujudkan dengan penunjukan pimpinan baru. Simon Aloysius dan sejumlah anak muda dipercaya memegang tampuk kepemimpinan dengan satu mandat utama: bersih dari korupsi.
"Saya bertekad untuk membersihkan Pertamina. Saya angkat Saudara Simon Aloysius dengan beberapa anak-anak muda, dan saya beri tugas jangan korupsi," tegasnya.
Pesan itu diperkuat dengan peringatan keras. "Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina sangat strategis. Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan 100 miliar dolar.”
Memang, godaan mengelola perusahaan sebesar Pertamina bukan main. Prabowo mengakui hal itu. Namun begitu, dia memberikan kewenangan penuh kepada Simon dan timnya untuk bertindak tegas. Bahkan, jika harus memecat orang yang dianggap tak bekerja maksimal.
"Godaan akan banyak, tapi Saudara harus teguh dengan semua jajarannya. Dan saya kasih wewenang seluas-luasnya. Siapa yang Anda nilai tidak bagus, pecat! Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat harus tega. Enggak ada itu. Banyak anak muda yang hebat-hebat," tutur Prabowo.
Pidato itu jelas sebuah terobosan. Bukan sekadar seremonial peresmian, melainkan pernyataan perang terhadap praktik yang selama ini menggerogoti. Hanya waktu yang bisa membuktikan hasilnya.
Artikel Terkait
Kemnaker Buka Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 2 dengan 24 Kejuruan Siap Kerja
BMKG Prakirakan Jakarta Timur Diguyur Hujan Ringan, Wilayah Lain Berawan
Sistem Ganjil-Genap di Jakarta Ditiadakan pada Hari Libur Nasional 1 Juni 2026
Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan pada 1 Juni 2026 Bertepatan Libur Nasional Hari Lahir Pancasila