Isu ambang batas parlemen kembali mencuat. Kali ini, usulan datang dari NasDem yang mendorong angka itu dinaikkan jadi 7 persen. Surya Paloh, sang ketua, menyatakan partainya akan konsisten dengan usulan tersebut. Menurutnya, sistem multipartai yang ada sekarang perlu bergerak ke arah selected party agar lebih efektif.
"Bagaimanapun juga, kita memang, NasDem berpikir, sejujurnya, dari sistem multipartai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif," ujar Paloh di NasDem Tower, Menteng, beberapa waktu lalu.
Dia melanjutkan, langkah itu dinilainya penting untuk menjaga stabilitas pemerintahan sekaligus mengoptimalkan manfaat demokrasi. Paloh agak merenung, mempertanyakan esensi demokrasi jika tak membawa kemanfaatan nyata.
"Kita terlalu gembira dengan banyaknya partai politik. Tapi di sisi lain, untuk apa demokrasi kalau tidak membawa azas manfaat dan konsistensi kita menuju arah cita-cita kemerdekaan," tambahnya.
Namun begitu, usulan peningkatan ambang batas ini tak luput dari kritik. Bagi sebagian pengamat, justru penghapusan total ambang batas lah yang lebih demokratis. Adi Prayitno dari Parameter Politik Indonesia (PPI) termasuk yang berpandangan demikian.
Artikel Terkait
Higgs Games Indonesia Gelar Turnamen Domino Rp200 Juta di Surabaya 2026
Pria Tak Dikenal Ditemukan Tewas dengan Luka Leher di Sungai Mrican Jombang
Pemilu Peru 2026: Keamanan Jadi Isu Utama di Tengah Fragmentasi Politik
Bupati Tulungagung Ditahan KPK Diduga Peras Kepala Dinas untuk Beli Sepatu Mewah