Polda Aceh Kawal Pembangunan Huntap dan Jembatan Pascabencana

- Rabu, 25 Februari 2026 | 03:30 WIB
Polda Aceh Kawal Pembangunan Huntap dan Jembatan Pascabencana

“Pada tahap I sudah dibangun sebanyak 150 unit, dengan tipe Type 36 model Prycast dan Ruspin. Saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan selesai pada bulan Mei untuk segera diserahterimakan langsung Bapak Kapolri kepada warga,” paparnya.

Tentu saja, jalan menuju target itu nggak mulus. Cuaca yang suka berubah-ubah, urusan mendistribusikan material ke lokasi, plus koordinasi dengan banyak instansi lain jadi tantangan sehari-hari. Polda Aceh mengaku berupaya mengatasi hal-hal itu dengan pengawalan distribusi dan monitoring ketat, supaya target penyelesaian tetap bisa dicapai.

Selain tempat tinggal, ada hal lain yang tak kalah vital: konektivitas. Jembatan yang putus atau rusak parah memutus arus mobilitas dan, ujung-ujungnya, mematikan ekonomi lokal. Makanya, pemulihan infrastruktur ini masuk dalam prioritas.

Hingga saat ini, upaya yang sudah dilakukan cukup signifikan. Polri telah membangun total 26 unit jembatan dengan berbagai jenis, seperti jembatan Bailey, kayu, dan gantung. Sebanyak 22 unit di antaranya dilaporkan sudah selesai.

“Sebanyak 22 unit telah selesai, 3 unit masih dalam proses pembangunan, dan 1 unit dalam tahap perencanaan,” jelas Marzuki.

Ia merinci lebih lanjut, “Di Kabupaten Aceh Utara, progres pembangunan jembatan Bailey di Desa Lhok Cut telah mencapai sekitar 50 persen, sementara di Desa Riseh Tunong sekitar 35 persen.”

Angka-angka itu mungkin terlihat teknis. Tapi di baliknya, harapannya sederhana: agar kehidupan warga yang sempat terhenti oleh bencana, bisa kembali bergerak. Pelan-pelan, namun pasti.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar